Anggota ASEPHI harus Memiliki Nilai Dasar Kepemimpinan

Wakil Ketua Umum I Badan Pengurus Pusat (BPP) ASEPHI, Bidang Organisasi, SDM dan Pelatihan, Hatman menjelaskan, tugasnya sebagai Wakil Ketua BPP ASEPHI Bidang Organisasi, adalah membenahi organisasi ASEPHI dari level yang terendah sampai level yang tertinggi. Dalam melakukan pembenahan, lanjutnya, dibutuhkan pemahaman organisasi secara utuh para anggotanya. “Selain itu, setiap personil di organisasi harus memahami dan mematuhi visi dan misi organisasi,” ujarnya.

Agar organisasi berjalan baik, tambahnya, di dalam jajaran kepengurusan organisasi dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang menguasai tentang bagaimana berorganisasi. “Kemudian, mereka memiliki nilai-nilai dasar kepemimpinan. Hal itu dibutuhkan sekali, agar tidak ada kondisi, mereka tidak siap untuk menjadi seorang pemimpin dan menyelesaikan semua problem yang ada di dalam organisasi tersebut,” jelas Hatman.

Tugas selanjutnya, terang Hatman, penyeragaman program-program dasar yang dibuat oleh BPP untuk ditindaklanjuti oleh badan pengurus daerah (BPD) di seluruh Indonesia. “Konsep programnya di buat di BPP, dan di aplikasikan di seluruh BPD-BPD dan BPC. Karena, anggota itu berada di BPD dan BPC,” ucapnya.

Program-program itu, lanjutnya, akan disesuaikan dengan kondisi dan karakterisitik yang ada di daerah masing-masing agar semua program yang ada dapat berjalan dengan baik. “Setiap organisasi dimana pun, seiring berjalannya waktu selalu mengikuti perkembangan zaman akan menyesuaikan peraturan-peraturannya dan selalu ada perbaikan-perbaikan,” tutur Hatman.



Dalam pembenahan organisasi, terang Hatman, beberapa BPD telah mengadakan musyawarah daerah (Musda) untuk pembenahan organisasi. Untuk berikutnya, sudah mulai mencari pengurus-pengurus di daerah yang BPD nya belum terbentuk. “Dalam lima tahun ke depan, target kami seluruh BPD ASEPHI di seluruh daerah sudah terbentuk,” ujarnya.

Menurut Hatman BPP Asephi berusaha menggali potensi-potensi perajin di seluruh daerah yang ada di Indonesia. Walaupun kendala yang terjadi sementara ini di lapangan, lanjutnya, semua anggota Asephi berharap bisa mengikuti pameran Inacraft. “Sedangkan kondisi di pameran Inacraft, sudah membaginya untuk seluruh daerah dan tidak semua anggota bisa ikut serta,” imbuhnya.

Untuk itu, jelas Hatman, Ke depan BPP Asephi akan mencoba membuat satu event lagi yang sekelas dengan pameran Inacraft. Misalkan, membesarkan pameran Crafina atau event lain yang setara dengan pameran Inacraft. “Sehingga, semua anggota Asephi di daerah bisa terakomodir untuk ikut dalam kegiatan pameran,” paparnya.

Terkait dengan sosialisasi pameran Inacraft 2020 di beberapa daerah, Hatman mengatakan, sosialisasi tersebut lebih kepada menyampaikan informasi ke daerah tentang persiapan Pameran Inacraft 2020. Sosialisasi, jelasnya, sudah dilaksanakan BPP ASEPHI bersama PT Mediatama Bina Kreasi (MBK).

Sealain itu, lanjutnya, sosialisasi ini juga dilakukan untuk melihat kesiapan peserta pameran dari daerah. Dengan kehadiran peserta di acara sosialisasi tersebut, berarti mereka sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti Pameran Inacraft 2020. “Dalam sosialisasi tersebut, juga dilakukan pengundian stand booth bagi peserta pameran. Dan sosialisasi ini,akan berakhir di bulan Desember 2019,” jelas Hatman.

About Auliya Mustar

Check Also

Mnenyongsong Inacraft 2019, Setelah Dua Dekade!

Pameran Kerajinan Terbesar di Asia Tenggara, INACRAFT ke-21, akan kembali diselenggarakan 24-28 April 2019 yad. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: