Bakti BCA Mengangkat Pesona Kearifan Lokal Belitung

Sektor pariwisata merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang diharapkan dapat mendatangkan devisa, memperluas lapangan pekerjaan, mendorong pembangunan daerah dan menjadi ajang memperkenalkan keindahan alam. Pengelolaan infrastruktur yang baik dan SDM yang berkualitas di berbagai destinasi wisata di Indonesia, menjadi salah satu faktor untuk menarik wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bakti BCA kembali mendukung perkembangan pariwisata dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Hal ini diimplementasikan BCA dengan meresmikan Desa Binaan Bukit Peramun dan Wisata Aik Rusa’ Berehun sebagai Desa Binaan Bakti BCA.

Direktur BCA Vera Eve Lim didampingi Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati, Kepala Kantor Wilayah VI BCA Daniel Hendarto, Kepala KCU BCA Tanjung Pandan Rustam, Kepala KCU BCA Pangkal Pinang Vanessa Claudia Flaviana bersama segenap pejabat pemerintah Belitung Barat dan Timur di Belitung, hadir untuk meresmikan Desa Binaan Bukit Peramun dan Wisata Aik Rusa’ Berehun.

Menurut Eva, peresmian desa binaan selaras dengan pilar Solusi Bisnis Unggul BCA, di mana fokus BCA dalam program kemitraan dengan komunitas adalah pemanfaatan potensi wisata berbasis komunitas yang dibentuk dalam Desa Wisata Binaan.



“Bangka Belitung yang terkenal dengan hasil tambang merupakan salah satu kota yang menjadi pilihan bagi para traveller untuk menikmati keindahan alam. Jarang diketahui, bahwa Belitung memiliki Desa yang menawarkan beberapa wisata menarik seperti wisata petualangan, wisata alam, dan wisata edukasi,” urai Vera.

Bukit Peramun berasal dari banyaknya tanaman lokal yang sering diramu oleh masyarakat menjadi obat-obatan. Desa ini terletak pada ketinggian 129 mdpl di wilayah Belitung Barat. Kekayaan flora dan fauna, dikembangkan dalam berbagai lokasi spot foto instagramable antara lain berupa rumah hobbit, jembatan cinta, batu kembar dan mobil terbang. Desa ini juga dikenal sebagai desa berbasis digital, karena keberhasilan pengurus desa dalam mengaplikasikan sistem QR Code untuk memperkenalkan jenis dan manfaat tanaman di bukit Peramun, dan virtual guide dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris).

Sementara itu, Wisata Aik Rusa’ Berehun, Terong dikenal sebagai desa kreatif atas keberhasilannya mengubah kawasan bekas galian tambang yang terbengkalai menjadi salah satu destinasi wisata di Belitung Barat. Di desa ini, pengunjung dapat menikmati makanan khas Belitung yang lebih dikenal dengan nama Bedulang, wisata air, homestay, camping ground, paket edukasi mengayam, melukis camping, melihat pemandangan di Bukit Tebalu, kawasan mangrove, dan perkebunan sayur.

Kedua desa ini dikembangkan oleh BCA melalui serangkaian kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang berorientasikan kualitas pelayanan yang unggul kepada wisatawan.

“Dengan meresmikan dua desa ini, kami berharap dapat berkontribusi meningkatkan sektor pariwisata utamanya di daerah Belitung, memajukan kualitas SDM lebih baik, hingga pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah,” tutup Vera. (Ichsan)

About Achmad Ichsan

Check Also

Peluang Ekspor Produk Furniture Indonesia

Industri furnitur masih menjadi salah satu andalan dalam mendukung perekonomian nasional. Industri ini mampu menyerap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: