Balkondes Tingkatkan Perekonomian Desa

Balkondes (Balai Ekonomi Desa) yang dikembangkan di sekitar kawasan Candi Borobudur merupakan Interconnecting Tourism System yang berbasis komunitas. Balkondes merupakan program pemberdayaan sosial (CSR) dari BUMN untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa.

Menteri BUMN, Rini M. Soemarno menegaskan, desa memiliki peran penting untuk menopang perekonomian Indonesia. Di antara desa yang memiliki potensi untuk dikembangkan perekonomian masyarakat adalah desa di sekitar kawasan destinasi wisata. Kementerian BUMN menargetkan pengembangan 100 desa wisata binaan BUMN melalui program Balkondes.

Selain untuk membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa, Balkondes merupakan program pemberdayaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis wisata.

Saat ini, telah dikembangkan sebanyak 20 Balkondes di kawasan sekitar Candi Borobudur dengan melibatkan sejumlah perusahaan BUMN sebagai sponsornya. 20 Balkondes tersebut adalah Balkondes Bigaran (disponspori Taman Wisata Candi), Balkondes Borobudur (Taman Wisata Candi), Balkondes Bumiharjo (Pembangunan Perumahan), Balkondes Candirejo (Semen Indonesia), Balkondes Giripurno (Pupuk Indonesia), Balkondes Giritengah (Jasaraharja).

Kemudian, Balkondes Kembanglimus (Patrajasa), Balkondes Karanganyar (Bank BTN), Balkondes Karangrejo (PGN), Balkondes Kebonsari (Hutama Karya), Balkondes Kenalan (Bank Mandiri), Balkondes Majaksingi Desa Singkober (Jasamarga), Balkondes “The Gade Village” Ngargogondo (Pegadaian), Balkondes Ngadiharjo (PLN), Balkondes Sambeng (Patra Jasa), Balkondes Duta Menor Desa Tanjungsari (Bank BRI), Balkondes Tegalarum (Angkasa Pura II), Balkondes Tuksongo (Telkom), Balkondes Wanurejo (Bank BNI), dan Balkondes Wringinputih (Pertamina).

Kerajinan Balkondes



Keberadaan 20 Balkondes di kawasan sekitar Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, semakin akrab bagi publik, tidak hanya bagi masyarakat sekitar tetapi juga telah menggaung ke dunia internasional. Hal itu ditandai dengan kunjungan ratusan delegasi Dewan Perempuan International (International Council of Women/ICW) dari berbagai negara ke sejumlah Balkondes, pada 18 September 2018 yang lalu.

Para wisatawan juga bisa mendapatkan aneka produk kerajinan yang dihasilkan oleh masyarakat setempat. Sejumlah produk kerajinan dikembangkan oleh Balkondes melalui pelatihan dan pembinaan, antara lain anyaman pandan duri, gerabah dan beberapa produk lainnya.

Menurut Ketua Kelompok Pandan Menoreh, Budi Rahayu, warga masyarakat makin mahir membuat produk anyaman dari pandan duri. Rata-rata setiap perajin bisa menghasilkan produk anyaman hingga sebanyak tujuh kilogram per bulan.

Selain anyaman pandan duri, warga masyarakat sekitar Candi Borobudur juga diberikan pelatihan dan pembinan melalui Balkondes untuk memproduksi gerabah yang memiliki nilai ekonomi. Pengembangan produksi kerajinan gerabah dilakukan di Desa Karanganyar.

Menurut Supoyo, perajin gerabah dan pemilik Arum Art di Desa Karanganyar, setiap perajin anak buahnya bisa menghasilkan sekitar 100 gerabah per 2 hari. Produk kerajinan gerabah yang dihasilkannya dijual dengan harga gerabah per buah sekitar Rp2 ribu yang termurah hingga Rp2,5 juta yang termahal.

Sementara itu, di Desa Tuksongo dikembangkan aneka produk kerajinan antara lain kerajinan ukir bambu, kerajinan berbahan baku gypsum, miniature Candi Borobudur, batik, konveksi, gitas akustik, tarian tradisional dan penginapan. Menurut Koordinator Pengembangan SDM Forum Wisata Tuksong Khoirul Muna, setiap hari selalu ada wisatawan yang menggunakan dokar, bersepeda atau jalan kaki yang melewati Desa Tuksongo dan tidak sedikit yang kemudian mereka membeli produk kerajinan. (Ahmad Jauhari)

About eddy Purwanto

Check Also

Bersinarnya Bisnis Kerajinan Kaca

Banyak cara yang dapat dipilih untuk mempercantik isi rumah agar tidak membosankan dan membuat nyaman. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: