Batik Dari Kertas Semen

Batik kertas semen tak kalah indah dengan batik bahan kain lainnya. Selain cara membuatnya sedikit berbeda, bisa digunakan untuk berbagai bahan produk kerajinan juga banyak diminati mancanegara.

Batik merupakan salah satu warisan dunia dari Indonesia. Dalam inovasinya, media yang digunakan untuk membatik pun kini berkembang. Tak hanya pada media kain, kayu, kulit, dan gerabah tetapi juga kertas semen. Proses pembuatan barang kerajinan batik di atas kertas semen ini sudah berlangsung cukup lama.

Limbah yang mengotori lingkungan banyak jenisnya, salah satunya kertas kantong semen. Kertas pembungkus bahan bangunan tersebut biasanya hanya dijual secara kiloan. Saat ini, kantong semen tidak hanya dijadikan sebagai sampah, tapi dapat diolah menjadi produk batik yang bernilai tinggi. Meski terbuat dari kertas bekas, batik dari kantong semen cukup kuat untuk dijadikan sebagai bahan aksesori rumah tangga.

Hal ini, karena kertas kantong tersebut tebal dan tidak mudah sobek. Kantong semen yang sudah di batik dimanfaatkan untuk membuat gorden, sarung bantal, tas, sandal, dan lain sebagainya.

Proses pembuatan batik kertas semen tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan kain batik lainnya. Hanya saja, pewarna yang digunakan dalam membuat kertas batik sebaiknya pewarna alami. Apabila menggunakan pewarna dari bahan kimia, kantong semen akan mudah hancur. Hasil batik dengan menggunakan media kertas nyaris sama dengan hasil batikan dengan menggunakan media kain. Bahkan bila hanya dilihat saja, sekilas tampak tak ada perbedaan. Baru bisa dibedakan, setelah dipegang dan diraba.

Proses pembuatan batik kertas semen dimulai dengan mencuci kantong semen bekas. Kantong semen dimasukkan ke dalam bak yang berisi air. Setelah dicuci lalu dikeringkan dengan cara digantung. Kantong semen yang telah bersih kemudian dipotong sesuai ukuran barang yang akan dibuat. Setelah itu, kantong semen di batik, dengan cara dicap. Proses pengecapan ini dilakukan secara hati-hati sehingga batik cap yang diperoleh terlihat rapi.



Proses selanjutnya merebus kantong semen yang telah di batik dengan air panas. Perebusan ini dilakukan untuk menghilangkan lilin batik atau malam. Kemudian memasuki proses pengeringan dengan cara di jemur. Kantong semen yang telah selesai di batik lalu diproses dengan cara dipotong sesuai pola dan di lem. Setelah itu dijahit dengan menggunakan mesin. Proses penjahitan ini dilakukan oleh tenaga kerja yang telah ahli, sehingga hasil jahitan bagus dan rapi.

Proses Membatik Kertas Semen 

Terdapat dua metode pembuatan kertas batik dari kantong semen. Metode pertama, membatik kantong semen yang sudah dibersihkan, tanpa diolah terlebih dahulu. Setelah kertas di batik, lalu dibuat aksesori rumah tangga. Metode kedua, dengan memilin potongan kantong semen menjadi tali dan kemudian merajutnya menjadi berbagai aksesoris. Setelah rajutan terbentuk, barulah membatik di atasnya. Kertas batik yang dipilin maupun yang tidak memiliki kualitas sama. Perbedaannya hanya pada selera.

Selain di batik, kertas semen juga diwarnai dengan teknik tie dye atau ikat celup. Caranya, pertama kertas semen dibersihkan dari semen dengan menggunakan spon dengan sedikit air. Kedua, kertas semen dicelupkan ke dalam air sebentar, lalu keringkan dan kertas semen diikat. Ketiga, kertas semen dimasukkan ke dalam air mendidih yang sudah diberi pewarna (wantek). Dalam memasukkannya ke air mendidih harus ada tekniknya biar merata. Keempat, kertas yang sudah diwarnai diangkat lalu dicelupkan sebentar ke air dingin. Kelima, kertas semen dijemur. Keenam, kertas semen disetrika. Selanjutnya, kertas baru bisa diproses seperti dijahit atau disulam. Setelah itu, kertas diberi formula tahan air. Terakhir, diberi lapisan fernis agar terlihat mengkilap.

Diterima Pasar Global

Produk batik berbahan kertas semen dipasarkan tidak saja di dalam negeri tetapi juga diekspor ke Eropa, Korea dan Belanda. Produk tersebut disenangi pembeli manca negara karena merupakan produk daur ulang dari bahan natural yang mudah larut kembali menjadi tanah. Kelebihan batik kertas semen yaitu tidak mudah berjamur dan merupakan produk daur ulang.

Produk batik berbahan kertas semen terlihat sangat unik dan inovatif. Para penggemar batik  bisa menjadikannya, sebagai salah satu koleksi aneka produk batik.

About Achmad Ichsan

Check Also

Dibutuhkan Dorongan ASEPHI untuk Kerajinan Sumatera Barat

Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) diharapkan mampu mendorong kemunculan produk lokal Sumatera Barat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: