Bisnis Kerajinan Berpeluang di Pasar Rusia

Rusia dan Eropa Timur merupakan negara yang berpotensi menjadi pasar bagi produk kerajinan Indonesia. Sejumlah produk kerajinan Indonesia sangat diminati oleh pembeli di pasar Rusia.

Penjajakan yang dilakukan pemerintah dan sejumlah pengusaha kerajinan ke pasar Eropa Timur, khususnya Rusia, menunjukkan adanya peluang pasar yang perlu digarap lebih serius. Para pengusaha kerajinan di Bali, misalnya, mulai menyeriusi pemasaran produk industri kerajinan ke negara-negara di Eropa Timur dan Rusia.

Menurut Kadisperindag Bali Ni Wayan Kusumawathi, penjajakan pemasaran produk industri kerajinan di Eropa Timur dan Rusia dimaksudkan untuk membuka lebih banyak lagi ruang pasar; selain mempertahankan pasar tradisional di luar negeri yang selama ini sudah ada, seperti ASEAN, Eropa, dan Amerika Serikat.

Rusia dan Eropa Timur merupakan pasar potensial. Konsumen di sana tertarik dengan produk industri kerajinan, seperti produk tekstil dan handycraft dari Bali. Hasil dari penjajakan pasar tersebut segera ditindaklanjuti dengan mengundang para pengusaha dan asosiasi di bidang kerajinan untuk dapat memanfaatkan peluang pasar yang terbuka di Rusia dan Eropa Timur.

Disperindag Bali memfasilitasi para pengusaha dan eksportir untuk penjajakan pasar di Rusia dan Eropa Timur sesuai dengan kapasitas dan kewenangannya. Para pengusaha mengakui ekspor produk kerajinan ke pasar Rusia dan Eropa Timur selama ini masih relatif kecil. Menurut Ketua ASEPHI Bali I Nyoman Darma Siadja, jumlah dan nilai produk ekspor Bali baik produk kerajinan maupun produk lain ke pasar Rusia dan Eropa Timur selama ini masih relatif kecil sehingga perlu ditingkatkan.

Produk Indonesia Diburu Pembeli Rusia
Meski ekspor kerajinan ke Rusia dan Eropa Timur selama ini masih kecil, terdapat peluang yang cukup besar untuk dapat ditingkatkan. Hal itu terkait dengan minat pembeli Rusia yang cukup besar terhadap produk kerajinan dari Indonesia. Pada Festival Indonesia yang digelar di Moskow, Rusia, pada 4 hingga 6 Agustus 2017, banyak warga Moskow yang memburu produk kerajinan dari Indonesia.

Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, masyarakat Rusia sangat menerima produk Indonesia, baik kerajinan, busana, kesenian, maupun makanan. Festival Indonesia di Moskow ini diikuti oleh sejumlah daerah di Indonesia, antara lain Nanggroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.



Dubes RI untuk Rusia Wahid Supriyadi menyatakan, dengan mengusung tema “Visit Indonesia: Enjoy Its Divetsity”, gelaran promosi pariwisata dan perdagangan untuk masyarakat Rusia ini menghadirkan 600 orang yang terdiri dari kalangan bisnis, pejabat pemerintah, dan seniman. Dari festival tersebut, diketahui Rusia sangat potensial untuk pasar produk Indonesia dan mitra yang menjanjikan.

Festival Indonesia yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perdagangan serta disponsori oleh BUMN dan dunia usaha tersebut memajang produk Indonesia, terutama produk UKM, produk kopi, tekstil, pakaian, kerajinan, dan berbagai suvenir khas daerah.

Pasar Rusia Terbuka Lebar
Rusia dengan ibu kota Moskow memiliki potensi pasar di bidang perdagangan, pariwisata, dan investasi yang terbuka lebar bagi investor dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) dari Bali. Hal tersebut diungkapkan Wahid saat berkunjung ke Bali beberapa waktu lalu.

Peluang pasar Rusia yang terbuka lebar terlihat dari antusias masyarakat yang mengunjungi Festival Indonesia di Moskow beberapa waktu lalu. Menurut Wahid, jumlah pengunjung Festival Indonesia di Moskow pada Agustus 2017 mencapai 91.600 pengunjung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 66.000 pengunjung.

Kehadiran Wahid ke Bali dalam rangkaian persiapan rencana Festival Indonesia di Moskow pada Agustus 2018. Festival ini akan diikuti para pengusaha dari Indonesia untuk ketiga kalinya. Menurut Wahid, Rusia menawarkan sejumlah peluang bisnis di bidang pariwisata di mana Rusia membutuhkan tenaga terapis spa dan produk spa.

Peluang pasar Rusia perlu digarap bersama, selain tetap optimistis dalam mengatasi sejumlah kendala terkait penerbangan yang terjadi selama ini. Kendala tersebut bisa diatasi melalui pendekatan persuasif dengan pihak maskapai Garuda atau bekerja sama dengan maskapai lainnya. Di Rusia, fasilitas yang dimiliki untuk memaksimalkan promosi produk UKM berupa sarana produk display yang privat dan bisa disewa oleh UKM.

Tujuan yang diharapkan dari sinergi semua pihak dalam menyongsong Festival Indonesia di Moskow 2018, yakni peningkatan pedagangan, pariwisata, dan investasi sehingga produk UKM Bali makin berdaya saing di pasar Eropa. Data yang ada menunjukkan peningkatan nilai perdagangan pada 2017 sebesar 33,2 persen dari 2016.

Sejumlah produk kerajinan Indonesia sangat diminati masyarakat di Moskow. Menurut Kepala Dinkopnaker Kabupaten Boyolali, Agus Partono, sejumlah produk UMKM asal Kabupaten Boyolali, seperti tas kulit ikan pari dan kerajinan tembaga Tumang banyak diminati masyarakat di Moskow.
“Kami mengikuti Festival Indonesia 2017 di Hermitage Garden Moskow. Banyak produk kerajinan yang habis diserbu pengunjung,” kata Agus Partono. Peluang untuk pengembangan bisnis sangat terbuka bagi UMKM di Moskow. Masyarakat Moskow meminati kerajinan tas dan dompet bahan baku ikan pari. Selain itu, mereka juga tertarik pada kerajinan tembaga dengan ukiran yang diproduksi oleh para perajin kita, seperti lampu hias dan sebagainya. (Ahmad Jauhari)

About eddy Purwanto

Check Also

Target 750 Startup Digital Tumbuh di Indonesia

Pemerintah menargetkan bisa menumbuhkan 750 wirausaha baru berbasis teknologi informasi, atau startup digital setiap tahun. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: