Home / Headlines / BPD ASEPHI Bali Mengikuti Pameran Ambiente Jerman

BPD ASEPHI Bali Mengikuti Pameran Ambiente Jerman

Pameran Ambiente merupakan salah satu pameran tahunan terbesar di dunia yang menjadi ajang promosi penting di Jerman dan Eropa untuk berbagai produk tableware, kitchenware, household products, aksesoris, suvenir, dan dekorasi. Pameran tahun ini, diikuti oleh lebih dari 4440 eksibitor internasional dari berbagai negara.

Lebih dari 63 perusahaan Indonesia datang ke Frankfurt, Jerman dan menyemarakkan Pameran Ambiente yang berlangsung dari 8-12 Februari 2019 di Messe Frankfurt. Indonesia kembali menghadirkan berbagai inovasi produk pecah belah, peralatan dapur dan rumah tangga, aksesori, suvenir serta kerajinan tangan. Peserta Indonesia tersebut hadir baik secara mandiri maupun dengan dukungan Pemerintah Indonesia yang tergabung dalam Paviliun Indonesia.

Paviliun Indonesia seluas 120 meter persegi diikuti oleh 12 perusahaan dan merupakan hasil kerjasama Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan ada juga yang mandiri. Peserta Indonesia didominasi perusahaan kecil dan menengah yang memiliki potensi menjual produknya di pasar internasional.

Bukan hal yang mudah untuk dapat menembus pasar Eropa, terutama Jerman yang memiliki standar yang tinggim Produk-produk Indonesia yang dipamerkan memiliki kualitas tinggi, unik, dengan ciri khas Indonesia, sehingga berhasil menarik perhatian para pengunjung yang ramai mengunjungi stand-stand Indonesia.



Salah satu peserta Indonesia yang mandiri dalam pameran Ambiente adalah Ketut Dharma Siadja, Ketua Badan Pengurus Daerah ASEPHI (BPD ASEPHI) Bali. Menurutnya, mengikuti pameran di Jerman sangat membantu dalam mempromosikan inovasi produk terbarunya, membuka hubungan bisnis baru, membina hubungan baik dengan para buyer, mendapatkan pemahaman situasi pasar dan trend produk terkini, serta melakukan studi banding terhadap para kompetitor.

Dharma Siadja menjelaskan, sembilan anggota ASEPHI Bali ikut serta dalam Ambiente (tujuh secara mandiri dan dua mendapatkan fasilitas dari kementrian Perindustrian). “Pameran Ambiente ini dapat menjadi pintu bagi Indonesia untuk masuk ke pasar global bahkan bisa menjadi pemain utama,” ucapnya.

Dengan mengikuti ajang pameran Internasional di Jerman, lanjutnya, banyak pasar baru yang menjadi potensi peningkatan eksportir handicraft Bali. Dengan kondisi tersebut, Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Bali diharapkan membawa efek positif bagi pengusaha handicraft untuk lebih meningkatkan produksi.
Dharma Siadja mengatakan, hasil positif yang dibawa dari pameran di Jerman yakni munculnya potensi pasar baru selain Amerika dan Eropa yang selama ini menjadi negara tujuan terbesar ekspor kerajinan asal Bali. (Achmad Ichsan)

About eddy Purwanto

Check Also

Kerjasama Antar Lembaga Penting Bagi Kemajuan ASEPHI

Sebagai wadah perajin dan pengusaha produk kratif kerajinan Indonesia, maka sudah saatnya ASEPHI bekerja lebih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: