Home / Cover Story / Candi Borobudur Candi Maha Karya Dunia
38840846 - magelang, indonesia - august 1, 2011: tourists visit the borobudur temple in magelang, central java, indonesia.

Candi Borobudur Candi Maha Karya Dunia

Kota Magelang terkenal sebagai salah satu daerah yang memiliki sejarah perkembangan budaya di Tanah Jawa dengan menghasilkan beragam peninggalan sejarah karya cipta seni tingkat tinggi yang kini menjadi obyek wisata bersejarah.

Salah satu objek wisata yang paling legendaris di daerah Magelang adalah Candi Borobudur dan menjadi pariwisata andalan bagi Provinsi Jawa Tengah, yang kini mendapat perlindungan dari UNESCO sebagai warisan dunia (World Heritage). Selain Borobudur, terdapat pula sejumlah candi lain di antaranya Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Ngawen, Candi Canggal atau Candi Gunungwukir, Candi Selogriyo, Candi Gunungsari, Candi Lumbung dan Candi Pendem. Sebagai pelengkap, petunjuk yang memberikan informasi serta ilmu pengetahuan seputar sejarah candi, Pemerintah Daerah Magelang juga mempunyai satu museum, yaitu Museum Senirupa Haji Widayat.

Namun, candi yang sangat fenomenal bagi Magelang, adalah Candi Borobudur. Candi Budha terbesar di dunia ini, dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra. Candi utamanya adalah stupa yang di bangun dalam tiga tingkatan bangunan dasar piramida dengan lima teras persegi konsentris, bentuk batang kerucut dengan tiga platform melingkar, dan di atas terdapat sebuah stupa monumental.

Dinding Candi Borobudur dihiasi dengan relief mengandung cerita sejarah dan makna filosofi di masa lampau, dengan luas permukaan total 2.500 m2. Di sekeliling platform melingkar 72 stupa, masing-masing berisi patung Budha. Pada tahun 1970 dengan bantuan UNESCO, pemerintah Indonesia melakukan restorasi dan penggalian Borobudur untuk kepentingan cagar budaya dan ilmu pengetahuan.

Candi Borobudur merupakan situs yang spektakuler di Indonesia, walaupun tanpa data otentik siapa yang membangun Borobudur dan apa tujuan yang ingin dicapai bangunan candi tersebut. Namun, merujuk hasil penelitian arkeologi terhadap ukiran relief pada candi dan prasasti, yang biasa digunakan dalam piagam kerajaan selama abad ke delapan dan sembilan, Candi Borobudur kemungkinan didirikan sekitar tahun 750. Hal ini terkait dengan puncak kejayaan dari dinasti Syailendra di Jawa Tengah (760-830 AD), ketika itu di bawah pengaruh Kekaisaran Sriwijaya, dimulainya pembangunan kontruksi candi yang membutuhkan waktu kurang lebih 75 tahun serta selesai pada masa pemerintahan Samaratungga di tahun 825.

Selama berabad-abad, Borobudur terkubur di bawah lapisan abu vulkanik, ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles. Restorasi dan pemugaran komplek candi secara kontinyu dilakukan pada di tahun 1973 dan 1984 hingga menghasilkan kejayaan Borobudur di zaman moderen. Dan pada tahun 1991, Candi Borobudur tercatat di UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia.

Candi Borobudur memiliki makna sejarah yang mendalam. Pada relief-rilief Candi Borobudur menggambarkan alur perjalanan budaya manusia di masa lalu, sejarah kebudayaan, spiritual dan keindahan alam. Rilief di Candi Borobudur bersenyawa dengan norma-norma, kaidah-kaidah, tata keharmonisan alam sehingga menghasilkan mahakarya besar berupa kontruksi arsitektur yang indah.



Candi Mahakarya

Candi Borobudur adalah refleksi yang luar biasa dari campuran ide, gagasan, penemuan metode cemerlang yang sangat terpusat bagi dalam kegiatan spiritual para leluhur. Candi Borobudur memberi pola pelajaran budi pekerti yang mendasar, yang selaras dengan konseps alam semesta dalam agama Buddha.

Candi Borobudur, sebagai monumen besar memiliki lebih dari 2 juta blok batu, dengan lima teras persegi, dan tiga platform melingkar serta stupa besar. Seluruh struktur menunjukkan campuran unik dari ide-ide kreatif yang penuh penjiwaan batiniah umat manusia dan tersentral prilaku pemujaan leluhur, yang berkaitan dengan gagasan gunung bertingkat, yang dikombinasikan dengan konsep Buddha mencapai Nirvana.

Peninggalan mahakarya seni arsitektur kuno yang melegenda ke seluruh dunia, menjadikan Borobudur sebagai wadah setiap insan Tuhan, yang ingin mengabdi kepada keseimbangan alam sekitar sebagai wujud bakti setia kepada sang pencipta.

Disinilah peradaban umat manusia di Pulau Jawa mulai terbangun, antara alam dengan manusia. Dimana peradaban tersebut, mempunyai hubungan yang sangat erat karena diantara keduanya saling mendukung untuk menciptakan suatu kehidupan yang sesuai kodratnya, karena suatu peradaban timbul karena ada yang menciptakannya, yaitu ada faktor manusianya yang melaksanakan peradaban tersebut. (Achmad Ichsan)

 

 

About Achmad Ichsan

Check Also

Manfaatkan Media Sosial untuk Masyarakatkan Koperasi

Humas pemerintah dari berbagai kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Badan Koordinasi Humas (Bakohumas) diajak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: