Ciamiknya Bisnis Keramik

Sebagai perajin keramik pemula, tidaklah mudah bagi Mochamad Taufik, warga Plered, Purwakarta, Jawa Barat untuk bisa langsung menjual produk dipasarannya. Selain persaingan yang begitu ketat, keyakinan konsumen terhadap kualitas produk miliknya juga belum tercipta.

Namun, berkat kerja keras dan kegigihannya untuk meraih kesuksesan, Taufik berhasil membangun usaha keramiknya yang merangkak dari nol menjadi perusahaan keramik yang beromset puluhan juta perbulannya.

Taufik pun menceritakan, ia mengawali bisnisnya nyaris tanpa modal pada dekade 90 an. Hanya berbekal uang Rp20 ribu, ia membeli keramik setengah jadi dari perajin lalu di cat dan finishing sendiri hingga selesai. Perlahan-lahan tapi pasti, orderan permintaan keramik miliknya terus bertambah.



Hampir selama tiga dekade Taufik geluti bisnis keramik dengan tekun dan gigih dan pantang menyerah, sedikit demi sediikit bisnisnya mulai berkembang hingga dia mampu memproduksi sendiri yang dibantu dengan sejumlah karyawan.

Dari tahun ke tahun, jumlah pelanggannya pun terus bertambah. Menurut pengakuan Taufik, hal ini dikarenakan kualitas produksi keramiknya lebih baik ketimbang keramik yang lain. “Agar keramiknya terlihat kinclong, untuk pengecatannya saya menggunakan cat mobil. Sehingga, keramiknya terlihat lebih menarik dan membuat pelanggan terpikat,” papar Taufik.

Demikian pula untuk membuat keramiknya, Taufik menggunakan bahan baku tanah liat yang terbaik yang dari desa Citeko, Purwakarta. Dia juga mengawasi kualitas produk dengan mengontrol langsung proses produksinya, mulai dari cetak, proses bakar, hingga finishing. “Semua proses sejak awal hingga akhir, sudah bisa dilakukan di work shop yang saya bangun,” terangnya.

Setelah kerja kerasnya sekian lama, akhirnya Taufik dapat merasakan keuntungan yang berlimpah dari bisnis keramik yang ia geluti. Kini, bisnis keramik Taufik sudah cukup dikenal dan dipasarkan melalui kerjasama dengan banyak toko pecah belah terbesar di Puwakarta yang merangkap sebagai mitra bisnisnya. Dari hasil penjualan melalui jaringan pemasaran konvensional, Taufik bisa meraih omset rata-rata sebesar Rp150 juta per bulan. Sedangkan margin bersih atau laba yang diperoleh sekitar 25%-30%. (Adyan)

About eddy Purwanto

Check Also

Target 750 Startup Digital Tumbuh di Indonesia

Pemerintah menargetkan bisa menumbuhkan 750 wirausaha baru berbasis teknologi informasi, atau startup digital setiap tahun. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: