Dibutuhkan Dorongan ASEPHI untuk Kerajinan Sumatera Barat

Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) diharapkan mampu mendorong kemunculan produk lokal Sumatera Barat di pasarkan di level internasional. Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, agar produk kerajinan Sumatera Barat dapat bersaing, diperlukan pembenahan kualitas dan pengemasan produk. “Kita di Sumatera Barat sangat banyak UMKM yang bergerak pada bidang kerajinan ini, diantaranya bordir, tenun dan songket. Serta kreativitas yang terbuat dari tangan, maka perlu dilakukan pembenahan dari segi kualitas dan pengemasan produk,” ujarnya.

Irwan menambahkan, kepengurusan ASEPHI Sumatera Barat, diharapkan membantu perajin di Sumatera Barat, utamanya dalam hal pembenahan produk, sehingga kualitas yang dihasilkan dapat dilirik masyarakat. “Kita lihat produksi kerajinan kita banyak, namun peminat belum sebanding dengan produksi, masih dikirim ke pasaran lokal saja, maka dengan adanya ASEPHI ini, harapannya produk yang dihasilkan perajin kita dapat menembus ekspor. Ini juga akan meningkatkan perekonomian dan menghasilkan peningkatan perajin didaerah,” tandasnya.

Dikatakan Irwan, sudah saatnya perajin Sumatera Barat menembus pasar dunia. Pemerintah daerah sudah gencar mempromosikan potensi yang ada ke luar negeri. Hasilnya, produk kerajinan Sumatera Barat banyak disukai.



Pengembangan Industri kerajinan, lanjutnya, sebagai salah satu subsektor dalam ekonomi kreatif adalah penting, karena ekonomi Sumbar banyak usaha mikronya yaitu sebanyak 84% dan usaha kecil 14%, untuk usaha menengahnya sebesar 0,8%, sementara untuk usaha besar di Sumbar tidak ada. “Itu sebabnya pelaku industri kreatif ini masih menghadapi persoalan, terutama masalah permodalan, nilai tambah dan cara pemasaran. Persoalan ini, selalu kita hadapi dalam memasarkan produknya,” tutur Irwan Prayitno.

Oleh karena itu, terang Irwan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat mendukung dan mengapresiasi hadirnya ASEPHI yang berperan sebagai wadah bagi Produsen dan Eksportir Handicraft Indonesia atau yang dikenal Asosiasi Eksportir Dan Produsen Handicraft Indonesia.

Ketua BPD ASEPHI Sumatera Barat, Nevi Zuairina, menyebut, Dirinya sudah sejak lama mencari pengurus ASEPHI Sumatera Barat. Pengurus yang dibentuk, benar-benar menggerakan ekspor kerajinan tangan. “Untuk itu, kita di Sumatera Barat, yang sangat banyak jenis kerajinan tangannya tidak mau tinggal diam. Kita mesti berusaha agar produk kita dapat di eskpor ke luar negeri. Bahkan, dulu ada produk kerajinan yakni boneka rajutan, dipesan oleh mereka dari luar negeri, oleh karena itu agar produk kita dilirik perlu ada starategi jitu dengan pembenahan isi produk dan pengemasan yang berkualitas ekspor,” pungkasnya.

Pengurus BPD ASEPHI Sumatera Barat, masa bakti 2019-2024, Ketua Ny Nevi Zuairina, Wakil Ketua I, Mahzar Chan, Wakil Ketua II, Henny Adli, Wakil Ketua III, Nazrizal, Sekertaris, Ridonald, Wakil Sekertaris, Nurna Eva Karmila dan Bendahara, Sufnarita. (Achmad Ichsan)

About Auliya Mustar

Check Also

Target 750 Startup Digital Tumbuh di Indonesia

Pemerintah menargetkan bisa menumbuhkan 750 wirausaha baru berbasis teknologi informasi, atau startup digital setiap tahun. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: