Diplomasi Budaya Lewat Batik Chic

Banyak cara mempromosikan ragam dan kayanya budaya Indonesia, salah satunya melalui Wastra Nusantara yang sudah diakui masyarakat dunia. Batik salah satunya. Bagi Novita Yunus, batik menjadi alat Diplomasi Budaya yang terbukti berhasil mengeratkan hubungan antar negara dan bangsa.

Novita Yunus melalui brandnya Batik Chic merayakan hari jadi yang ke-12 di Bimasena, Dharmawangsa, Jakarta. Pada perayaannya tersebut ditampilkan 50 hasil karya lewat peragaan busana oleh 50 muses yang diiringi orkestra musik yang memukau.

Batik Chic didirikan Novita pada Desember 2009, saat itu produk yang dihasilkan berupa tas, brand house yang berbasis Wastra Nusantara. Sejak awal kemunculannya Batik Chic memang menyasar kalangan muda yang sedang meminati produk batik yang fresh dan tidak old school.

“Kemudian Batik Chic berkembang, tidak hanya tas, batik, apparel, aksesoris, sepatu, repro kain lama. Kami juga membuat brand terbaru untuk go global,” ujar Novita, yang juga merayakan miladnya yang ke-50.

Menurut Novita, Batik Chic awalnya sangat mengandalkan penjualan offline. Namun, situasi pandemi justru menjadi blessing in disguise. Selain penetrasi ke platform online, mengikuti ajang pameran internasional, hal lain yang digencarkan adalah memulai kerjasama dengan kedutaan beberapa negara, salah satunya Korea.

Diakuinya eskpor perdana Batik Chic pada Agustus lalu menjadi quantum leaf untuk brandnya tersebut. Batik Chic mengeskpor ke Korea Selatan berkat hubungan baik yang dijalin dengan pihak kedutaan. Ini menjadi bukti konkret kalau batik dapat menjadi alat Diplomasi Budaya yang aplikatif dengan budaya kontemporer, saat anak-anak muda di Indonesia tengah gandrung akan budaya K-Pop.

Di masa pandemi, ekspor batik memang mengalami peningkatan, data dari Kementerian Perindustrian menunjukkan pada semester I Tahun 2020 tercatat mengalami peningkatan di tengah pandemi Covid-19, yakni mencapai US$ 21.54 juta atau naik 19.73% di bandingkan semester I Tahun 2019 senilai US$ 17.99 juta.

Selama kuartal I 2021 tercatat USD 157,8 juta dengan menyerap 200 ribu tenaga kerja dari 47 ribu unit usaha yang tersebar di 101 sentra wilayah Indonesia. Sedangkan pasar utama untuk ekspor batik Indonesia adalah Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.

Untuk ekspansi, pengennya ada beberapa negara yang sempat tertunda karena pandemi di Amerika latin dan Afrika. Tahun depan kita juga ingin serius di muslim wear,” paparnya.



Menghadapi Trend tahun 2022, Novita ingin membangun sustainable fashion yang berfokus pada modis fashion. Pakaian muslim menjadi pilihan. Untuk memperkuat brand awarenes-nya beberapa waktu lalu, Batik Chic ikut ambil bagian di event Jakarta Muslim Fashion Week.

Soal kompetisi dengan beberapa produsen yang sudah established, Novita mengungkapkan brandnya saling melengkapi, masing-masing punya spesifikasi dan spesialisasi serta memiliki keistimewaan sendiri-sendiri. Yang perlu terus diupayakan adalah inovasi agar peminatnya semakin luas.

“Kita ingin menggantikan brand-brand luar yang populer di kalangan generasi muda. Kita ingin menggantikan produk sehari-harinya dengan wastra Nusantara,” ungkap Novita.

Batik Chic merupakan batik cap yang memiliki kekuatan di desain kontemporer. Alat capnya dibuat dari perca kain dan sumbu. Saat ini sudah memiliki tiga lokasi galeri, yakni di Kemang, Menteng dan di Surabaya.

Menghadapi Trend tahun 2022, Novita ingin membangun sustainable fashion yang berfokus pada modis fashion. Pakaian muslim menjadi pilihan. Untuk memperkuat brand awarenes-nya beberapa waktu lalu, Batik Chic ikut ambil bagian di event Jakarta Muslim Fashion Week.

“Untuk ekspansi, pengennya ada beberapa negara yang sempat tertunda karena pandemi di Amerika latin dan Afrika. Tahun depan kita juga ingin serius di muslim wear,” paparnya.

Soal kompetisi dengan beberapa produsen yang sudah established, Novita mengungkapkan brandnya saling melengkapi, masing-masing punya spesifikasi dan spesialisasi serta memiliki keistimewaan sendiri-sendiri. Yang perlu terus diupayakan adalah inovasi agar peminatnya semakin luas.

“Kita ingin menggantikan brand-brand luar yang populer di kalangan generasi muda. Kita ingin menggantikan produk sehari-harinya dengan wastra Nusantara,” ungkap Novita.

Batik Chic merupakan batik cap yang memiliki kekuatan di desain kontemporer. Alat capnya dibuat dari perca kain dan sumbu. Saat ini sudah memiliki tiga lokasi galeri, yakni di Kemang, Menteng dan di Surabaya. (Ren)

Check Also

Sandiaga Uno Dorong Komunitas Kreatif Danau Toba Kembangkan Produk Ekraf

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong …

LPDB-KUMKM Adakan Media Gathering

Pada acara Media Gathering,  Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan …

Leave a Reply