E-Smart Sebagai Upaya Memperkuat Pemasaran

Dalam rangka mempersiapkan sektor industri nasional memasuki era revolusi industri 4.0, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mencanangkan inisiasi making Indonesia 4.0 sebagai salah satu agenda pembangunan nasional untuk mempercepat pencapaian aspirasi menjadi negara 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030. Dan Presiden Jokowi pun optimis, bahwa era industri 4.0 akan memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memajukan perekonomian nasional.

 

Menindaklanjuti keinginan Presiden dalam memajukan perekonomian nasional, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif memfasilitasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk memasarkan produknya ke luar negeri.

 

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, implementasi Industri 4.0 sebagai salah satu fokus kegiatan Ditjen IKMA merupakan suatu tahapan yang menekankan pada pola ekonomi digital, dan artificial intelligence. “Bentuk Implementasi Industri 4.0 yang telah dilakukan Ditjen IKMA dan masih menjadi fokus hingga saat ini adalah Program e-Smart IKM sebagai upaya untuk memperkuat pemasaran produk sektor industri yang berdaya saing, khususnya produk IKM,” ucapnya.

Di samping itu, lanjutnya, program ini juga bertujuan agar pemerintah mempunyai “database IKM” dan menjadi showcase produk sendiri dan bukan menjadi reseller produk negara lain. Melalui program ini, diharapkan akses pasar dan akses pendanaan ikut dapat meningkat.

 

Mengikuti Pameran

Strategi lainnya yang dilakukan Kemenperin dalam melakukan pemasaran produk IKM, adalah mengikuti berbagai event pameran. Kemenperin akan memfasilitasi pelaku industri kecil dan menengah khususnya para kerajinan untuk ikut serta dalam ajang pameran baik skala nasional maupun internasional. Dukungan ini diberikan karena IKM kerajinan di Indonesia punya potensi besar dalam mendorong perekonomian melalui keunggulan produknya yang unik, inovatif, dan berdaya saing.

“Salah satu bentuk dukungan Kemenperin untuk meningkatkan promosi pelaku IKM kerajinan nasional adalah melalui fasilitasi keikutsertaan secara kontinyu pada pameran Ambiente yang berskala internasional,” terang Gati.



 

Pameran Ambiente, lanjutnya, merupakan pameran dagang terbesar untuk sektor barang konsumen dan ajang temu bisnis para pelaku usaha di sektor interior decoration, gifts and premiumssertatable and dining ware. Penyelenggaraannya dilaksanakan setiap tahun di Messe Frankfurt, Jerman.

 

Gati menjelaskan, para pelaku IKM kerajinan nasional yang terpilih mendapatkan fasilitas bantuan promosi untuk menampilkan produk kerajinan terbaiknya, khususnya home decor, berpeluang menarik minat potential buyers (wholesaler atau retailer) mengingat sebagian besar perusahaan besar turut berpartisipasi dalam pameran Ambiente.

“Keikutsertaan dalam pameran, merupakan salah satu cara untuk berinteraksi secara langsung dengan buyer. Karena tren penjualan dari eksportir langsung ke buyer sebagai salah satu jalur distribution channels yang efektif dan diminati di Eropa,” jelas Gati.

 

Gati menambahkan, keikutsertaan pada pameran berskala internasional ini, selain bisa menjadi ajang unjuk gigi produk-produk IKM kerajinan tanah air, juga bisa menjadi sarana agar para IKM mampu bersaing dengan produk-produk unggulan di pasar global. “Ini juga menjadi kesempatan IKM untuk benchmarking dalam meningkatkan inovasi dalam desain, kemasan dan tentunya informasi tren dan selera pasar dunia terkini,” imbuhnya.

 

Menurut Gati, industri kerajinan selama ini telah memberikan sumbangsih cukup besar kepada devisa negara melalui capaian ekspor produknya. Sektor kriya yang merupakan salah satu dari kelompok industri kreatif ini, sudah memiliki jaringan pasar yang luas di mancanegara seperti Eropa dan Amerika Serikat.

Kemenperin mencatat, nilai ekspor dari produk kriya nasional pada Januari-November 2018 lalu mampu mencapai USD823 juta, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD820 juta.

Dari capaian kinerja positif tersebut, sektor industri kerajinan mempunyai kedudukan yang strategis dalam membangun perekonomian nasional. Selain mampu menyerap tenaga kerja dan jumlah unit usaha yang banyak, juga sebagai penggerak ekonomi daerah serta mampu memberikan sumbangan besar pada pendapatan domestik bruto (PDB) dari sektor industri kreatif. (Achmad Ichsan)

About Auliya Mustar

Check Also

Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid -19 memiliki dampak besar pada keberlangsungan bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Berdasarkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: