Forum Kapnas Dorong Kapasitas Penyangga IKN

Forum Kapasitas Nasional diharapkan bisa mendorong peningkatan kapasitas penyangga ibu kota negara yang baru (IKN) seperti Balikpapan, Kalimantan Timur. Peningkatan kapasitas penyangga ibu kota negara yang baru sejalan dengan visi dan misi Presiden dalam mewujudkan masa depan ibu kota negara yang baru. Demikian dikemukakan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Billy Mambrasar, dalam Diskusi Kelompok Terarah (FGD) bertema ‘Bukti Nyata Pengembangan dan Capaian Implementasi Program Pemberdayaan Perusahaan Dalam Negeri KKKS oleh Industri Hulu Migas’, di Forum Kapasitas Nasional II 2022, Jakarta Convention Center, 27-28 Juli 2022.

Selain sebagai Stafsus Presiden, Billy Mambrasar hadir dalam kapasitasnya sebagai Duta SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / BAPPENAS bersama pembicara lain, yakni Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji, Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman, perwakilan Pertamina EP Cepu Fransjono Lazarus, dan Fery Sarjana dari Petronas sebagai moderator.

Billy mengapresiasi penyelenggaraan Forum Kapasitas Nasional yang mendorong peningkatan rantai pasok barang / jasa produksi dalam negeri, serta peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal. “Hal ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo terkait peningkatan daya saing produk Indonesia, dengan Gerakan Bangga Buatan Indonesia,” ujarnya.

Dia berharap, seluruh operator migas (Kontraktor Kontrak Kerja Sama / KKKS) menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan melalui konsep Creating Shield Value, di mana terjadi kolaborasi melalui fasilitas dan insentif oleh pemerintah secara langsung. “Hal ini mendorong program pembangunan berkelanjutan di masyarakat, dengan meningkatnya pasokan barang dan jasa serta tenaga kerja di industri hulu migas,” jelasnya.

Forum Kapasitas Nasional merupakan forum yang digagas SKK Migas, untuk mendongkrak kemampuan industri nasional dalam mendukung kegiatan hulu migas. Forum ini menjadi ajang pameran bagi pelaku usaha dan industri penunjang dalam negeri, untuk menunjukkan kemampuannya agar dapat diserap industri hulu migas. Pada hari pertama, Forum Kapasitas Nasional II 2022 dibuka oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, didampingi Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

Pada sesi FGD lainnya, Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi mengatakan, Kota Balikpapan bisa manjadi contoh sebuah kota dibangun dari aktivitas migas.



Jika dirunut sejarahnya, Balikpapan berkembang 2 sejak ditemukannya ladang minyak pada abad ke-19. Berkembangnya Kota Balikpapan tak lepas dari aktivitas migas berikut industri penunjangnya, dan memberikan dampak berganda bagi sektor-sektor lain seperti perhotelan, pariwisata, kuliner, transportasi, logistik serta berbagai turunannya. “Bahkan bisa dikatakan bahwa sektor-sektor penujang tumbuh berkat berkembangnya kemampuan dan kapasitas orang-orang di dalamnya,” kata Erwin, di sesi FGD bertema ‘Kemandirian Komoditas Utama dalam Industri Hulu Migas’.

Sisi ini menghadirkan pembicara lainnya yaitu Pengamat Hulu Migas Mamit Setiawan, Komisaris Utama KPI Anggawira, Arief Sukmara dari Pertamina International Shipping, serta Henry Leo dari Paradise Perkasa Grup.

Selain diisi diskusi kelompok terarah, Forum Kapasitas Nasional II 2022 juga memfasilitasi kerja sama antara KKKS, penyedia barang dan jasa, serta UMKM binaan. Pada pelaksanaan hari pertama, berlangsung dua penandatanganan MoU, yakni kerja sama Medco Energi dengan ALP Petro Industry, serta kerja sama Petro China dengan PT Luas Birus Utama.

Pada hari kedua (28 Juli 2022), juga berlangsung penandatanganan kerja sama antara Medco Energi dengan UMKM Bebek Songkem yang mengembangkan franchise kuliner, serta penandatangan kerja sama antara PT Luas Birus Utama dan PT Berkah Hidup Syukur.

Erwin menambahkan, terjalinnya kerja sama di antara KKKS, penyedia barang dan jasa, serta UMKM di Forum Kapasitas Nasional ini menunjukkan bahwa forum yang digagas SKK Migas ini menjadi wadah business match-making (biro jodoh) bagi para pelaku usaha penunjang industri hulu migas dalam negeri.

Forum Kapasitas Nasional II 2022 kali ini diikuti oleh 28 operator migas (KKKS), 68 perusahaan penyedia barang dan jasa, serta 45 UMKM binaan KKKS di seluruh Indonesia.(Achmad Ichsan)

Check Also

Kunjungan Menteri Erick, BNI Amsterdam Tangkap Peluang Pasar Global

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) terus mengoptimalkan kekuatan kantor …

Thamrin Bustami, Salah Satu Penggagas dan Project Officer Pertama Pameran INACRAFT Tutup Usia

Berita duka datang dari salah satu tokoh penggagas dan Project Officer pertama Pameran INACRAFT yang …

Leave a Reply