Galeri Nasional Indonesia Tambah Kuota Kunjungan

Merespons PPKM level 1 di wilayah DKI Jakarta, Galeri Nasional Indonesia (GNI) menambah kuota kunjungan Pameran Tetap Koleksi GNI. Semula, pameran ini menyediakan kuota 50 orang per sesi kunjungan. Dalam satu hari ada enam sesi. Kini setelah PPKM level 1 di wilayah DKI Jakarta, kuota kunjungan pameran tersebut menjadi 70 orang per sesi.

Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto mengatakan, “Penambahan kuota kunjungan ini tentunya tetap diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan yang sesuai dengan prosedur, serta tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengunjung sehingga tidak menimbulkan kerumuman baik di area tunggu maupun di area ruang pameran,” imbuhnya.

Prosedur dan tata tertib kunjungan dipublikasikan di laman dan media sosial GNI agar calon pengunjung dapat mengakses dengan lebih mudah. Secara lengkap, berikut prosedur dan tata tertib kunjungan ke Galeri Nasional Indonesia:

  1. Registrasi online paling lambat 24 jam sebelum jam kunjungan melalui laman https://galnas-id.com
  2. Pastikan tiba di Galeri Nasional Indonesia paling lambat 30 menit sebelum sesi kunjungan yang ditetapkan.
  3. Pastikan dalam kondisi sehat, termasuk tidak demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan/atau sesak nafas.
  1. Wajib menggunakan masker medis.
  2. Anak-anak berusia ˂12 tahun wajib didampingi orang dewasa.
  1. Pindai QR code Peduli Lindungi di pintu masuk utama atau siapkan sertifikat vaksin Covid-19.
  2. Pengecekan hasil pindai QR code Peduli Lindungi atau sertifikat vaksin Covid-19 oleh petugas di pintu masuk. Pengunjung yang tidak dapat divaksin karena alasan kesehatan, wajib menunjukkan surat keterangan dari dokter.
  3. Pengecekan suhu badan oleh petugas di pintu masuk utama. Pengunjung dengan suhu tubuh ≥ 37,3 °C tidak diizinkan masuk.
  4. Mencuci tangan menggunakan sabun dan/atau menggunakan hand sanitizer sebelum dan setelah memasuki ruang pameran.
  5. Verifikasi kedatangan dan pindai QR code registrasi pameran atau tunjukkan kode booking registrasi pameran kepada petugas registrasi pameran.
  6. Dilarang membawa senjata tajam, bahan mudah terbakar, bahan berbau menyengat, dan hewan peliharaan.
  7. Hindari membawa barang yang tidak diperlukan/berlebihan karena fasilitas penitipan barang ditutup selama masa pandemi.
  8. Posisikan diri pada penanda jarak 1,5 meter selama antri masuk ruang pameran.
  1. Selama berada di dalam ruang pamer:
  1. Hindari kontak fisik dengan orang dan benda.
  2. Hindari menyentuh wajah (mata, hidung, dan mulut). Jika terpaksa, gunakan tisu bersih.
  3. Selalu menjaga jarak dengan pengunjung lain, minimal 1,5 meter.
  4. Dilarang membawa makanan/minuman dan stroller.
  5. Dilarang menggunakan flash kamera/ponsel dan tongsis/selfie stick.
  6. Dilarang berbicara menggunakan ponsel.
  7. Dilarang merokok.
  1. Jika sesi kunjungan telah habis, silakan keluar ruang pameran dengan tertib dan tetap menjaga jarak.
  2. Dilarang membuang sampah sembarangan.
  3. Dilarang melakukan aktivitas yang mengganggu dan/atau merusak fasilitas Galeri Nasional Indonesia.

Prosedur kunjungan tersebut berlaku untuk kunjungan ke seluruh pameran, baik pameran tetap maupun pameran temporer. Untuk sesi kunjungan dibagi menjadi enam sesi:

Setiap hari (kecuali Jumat)

 

Sesi 1: 09.00 – 09.55

Sesi 2: 10.00 – 10.55

Sesi 3: 11.00 – 11.55

Sesi 4: 12.30 – 13.25

Sesi 5: 13.30 – 14.25



Sesi 6: 14.30 – 15.25

   
Jumat

 

Sesi 1: 09.00 – 09.55

Sesi 2: 10.00 – 10.55

Sesi 3: 11.00 – 11.45

Sesi 4: 13.00 – 13.55

Sesi 5: 14.00 – 14.55

Sesi 6: 15.00 – 15.55

   

 Tentang Pameran Tetap Koleksi GNI

Pameran Tetap Koleksi GNI di Gedung B lantai 2 buka pada hari Selasa-Minggu. Pameran ini menampilkan 201 karya seni rupa modern dan kontemporer koleksi GNI/koleksi negara mulai era 1800-an hingga era masa kini. Dalam pameran ini ada karya para perupa kenamaan Indonesia hingga mancanegara. Di antaranya Raden Saleh, Wakidi, S. Sudjojono, Affandi, Basoeki Abdullah, Hendra Gunawan, Agus Djaja, Popo Iskandar, Srihadi Soedarsono, Widayat, Djoko Pekik, Eddie Hara, Heri Dono, Jim Supangkat, Dede Eri Supria, Krisna Murti, Anusapati, Mella Jaarsma, Victor Vasarely, Wassily Kandinsky, Hans Arp, Zao Wou-Ki, Hans Hartung, Sonia Delaunay, dan sebagainya.

Pameran Tetap Koleksi GNI dikurasi oleh Bayu Genia Krishbie dan Teguh Margono (Kurator GNI) melalui tiga pendekatan kuratorial. Pertama, MONUMEN INGATAN yang menampilkan karya-karya koleksi GNI yang dikontekstualisasikan dalam perkembangan sejarah nasional. Kedua, PARIS 1959 JAKARTA 1995 menampilkan karya-karya koleksi internasional GNI yang utamanya bersumber dari dua peristiwa penting yaitu hibah seniman-seniman dunia yang berbasis di Paris pada tahun 1959 melalui Atase Kebudayaan dan Pers Bapak Ilen Surianegara, serta hibah dari seniman peserta Pameran Gerakan Non-Blok tahun 1995 di Jakarta. Ketiga, KODE /D merupakan pameran tematik yang secara berkala memamerkan sejumlah koleksi dari 20 Tahun Akusisi Karya Seni Rupa oleh GNI dalam rentang tahun 1999-2019.

About eddy Purwanto

Check Also

Ketika Dunia Seni Berjejaring dengan Dunia Lisensi dan NFT

Pada prakteknya, selama ini seniman telah melakukan lisensi secara tradisional. Dimana mereka diberi royalti berdasarkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *