Home / Cover Story / Indahnya Pesona Sumatera Utara

Indahnya Pesona Sumatera Utara

Para pelancong lokal dan mancanegara yang mengunjungi Sumatera Utara, selain bisa menikmati kawasan wisata Budaya dan Alam juga bisa belanja oleh-oleh diberbagai galeri dan pasar kerajinan.

Kota Medan sebagai ibukota provinsi Sumatera Utara adalah kota metropolitan terbesar ke-3 di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya, dengan komposisi masyarakat yang begitu heterogen dan plural dalam berbagai suku, agama, dan ras. Anda dapat menemukan perkampungan India di Medan yang dihuni oleh mayoritas bangsa India.

Dengan populasi mencapai 12 juta jiwa, penduduk di Sumatera Utara terbagi dalam lima kelompok etnis utama dan bahasa, yaitu Orang Melayu pesisir yang hidup di sepanjang Selat Malaka, orang Batak, Angkola atau Mandailing dari Tapanuli selatan, dan Nias kepulauan lepas pantai barat. Beberapa kelompok etnis lainnya juga hidup di Medan dan kota-kota lain di Sumatera Utara, yang terbesar adalah etnis Cina dan India.

Selain itu, kultur masyarakat yang terkenal dengan suku Batak. Di Sumatera Utara begitu unik dengan terpeliharanya warisan budaya dan tradisi leluhur di masa modern ini. Budaya dan tradisi Batak ini dapat dijumpai pada sejumlah desa adat dan menampilkan wajah asli Sumatera Utara yang sesungguhnya.

Pesona keindahan Sumatera Utara  terbentang dari panorama memikat Danau Toba hingga hutan di Bukit Lawang yang menjadi tempat habitat sekelompok orang utan di Sumatera Utara. Demikian pula bila pelancong berkunjung ke Ibukota Propinsi Sumatera Utara (Sumut), mau mencari buah tangan alias oleh-oleh kerajinan khas asli daerah Batak.

Sebenarnya banyak produk kerajinan tangan para perajin di tanah kelahiran Sisingaraja itu. Hanya saja orang asing seringkali bingung mau kemana belinya. Apalagi kalau orang asing alia bule yang lagi traveling ke Medan, pasti yang meraka cari buat oleh-oleh selain makanan ya pastinya kerajinan khas daerah.

Lazimnya di daerah lain, sentra kerajinan terdapat di daerah wisata yang banyak dikunjungi pelancong. Demikian pula di Sumut, ada sejumlah daerah wisata unggulan –yang dilokai terebut juga memiliki pasar kerajinan, antara lain di Kota Medan misalnya ada Istana Maimun, Tjong A Fie Mansion, Gereja Graha Maria Velangkani (arsitektur Indomogul), Kuil Gunung Timur, dan Kebun Binatang Medan

Selanjutnya di Kawasan Wisata Danau Toba, terdapat sejumlah titik obyek wisata budaya dan alam yang indah luar biasa, seperti Pulau Samosir, Air Terjun Sipiso-piso, Desa Tomok dengan situs purbakala.

Sepanjang jalan menuju obyek wisata tersebut, banyak terdapat sentra-sentra kerajinan, seperti halnya, di pelabuhan tempat mendarat kapal di Pulau Samosir, terdapat sentra kerajinan yang menjajakan Ulos, kain tenun, pakaian, dan asesories khas batak, serta sejumlah ukiran tradisional suku Batak Toba.

Sentra Kerajinan Dijajakan di Galeri
Selain di sentra kerajinan di daerah wisata, kerajinan khas Sumut juga dijajakan di sejumlah galeri Kota Medan. Seperti Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama di jalan Pendidikan No. 130, Pasar Merah, Medan.

Di galeri yang berbentuk bangunan berlantai tiga, dengan cungkup atap khas rumah adat Batak Toba dengan patung ukiran khas di Desa Tomok Samosir, dijajakan berbagai kerajinan seperti, aneka kain Ulos, ikat kepala, pakaian adat Batak Toba, dan asesories perhiasan kalung, anting, gelang khas Batak Toba, serta aneka Sepatu dan Tas berbahan rajutan khas Batak.



Rombongan dokter dalam group Yoga Denmas Jakarta, beberapa waktu lalu, pernah menyambangi Galeri Ulos Sianipar. Rombongan yang mayoritas wanita muda saat memasuki gerbang halaman galeri mereka begitu terkesan dengan tiang-tiang ukiran kayu, yang menyangga atab bangunan rumah adat khas Batak Toba.

Di tembok kirinya terpajang aneka jenis kain ulos. Ulos ternyata banyak jenisnya, penjaga galeri siap menjelaskan mulai dari jenis warna, aneka corak, dengan berbagai aturan siapa pengguna dan kapan harus digunakan kain adat tersebut. Para rombongan wanita baya itu celingak-celinguk melihat sekeliling galeri, ada aneka jenis kain Ulos dipajang di tembok depan galeri.

Di halaman bagian kiri, berdiri rumah tenun berbentuk rumah tradisional Batak Toba. Rumah panggung ini menarik perhatian pengunjung. Selain karena bentuknya, juga karena suara berisik yang berasal dari bagian atas rumah ini. Ada 6 pengrajin dan 6 mesin tenun bekerja di rumah ini.

Aslinya sih ada banyak pengrajin yang bekerja ditempat lain, di rumah tenun ini sebagai display saja. Siapa tau ada pengunjung yang ingin tau proses pembuatan ulos di galeri ini. Para perajin-perajin inilah yang membuat aneka Ulos yang ada di galeri tersebut.

Di bagian bawah rumah panggung ini dimanfaatkan sebagai tempat nyantai bagi yang sedang menunggu teman, pacar, suami, istri, atau majikan mereka berbelanja. Asiknya, disini bebas kalau mau ngopi atau ngeteh. Gratis. Bisa sambil nonton tv juga.

Tempat ngopinya didesain sederhana berupa meja dan kursi kayu khas tempat ngopi. Dengan dekorasi sangat artistik berupa patung-patung kayu khas Batak Toba yang dipajang di beberapa bagian.

Dari luar sebenarnya sudah kelihatan isi dalam galeri Ulos Sianipar ini, karena dinding depannya itu terbuat dari kaca. Tapi pengunjung kurang afdol kalau datang ke galeri tapi nggak masuk ke seluruh ruangannya. Tapi sebelum masuk, lepas alas kaki dulu biar lantainya tetap bersih. Jadi bisa liat-liat ulos sambil ‘ndeprok’ di lantai.

Seorang pramuniaga yang selalu standby di depan pintu akan membukakan pintu kaca untuk siapa saja yang hendak masuk. Satu set kursi dan meja ada di bagian depan. Taplak meja dan sarung bantalnya bermotif ulos.

Di dinding juga terpajang aneka motif ulos, foto-foto serta piagam penghargaan yang pernah diterima. Ada aneka jenis ulos dan kain tradisional lainnya. pernak-pernik seperti gelang ulos, gantungan kunci, aneka patung kayu berukuran kecil khas Batak Toba. Miniature rumah adat, tas, dompet, baju jadi juga ada.

Di galeri ini juga dipajang barang hasil kerajinan dari UKM di Sumatera Utara. Barangnya beragam, dari mulai kerajinan hingga makanan. Untuk harga dimulai dari 5 ribu rupiah hingga jutaan, tergantung jenis barang dan tingkat kesulitan memproduksinya.

Selain Galeri Ulos Sianipar, masih ada galeri kerajinan serupa di Kota Medan, sebut saja Al : JeGEZ Pusat Oleh-Oleh Medan, Toko Kerajinan Tangan Jalan Setia Budi, Medan, Toko Keramik & Kerajinan China Jalan Kolonel YOS Sudarso. Mela Handycraft Jalan Pusat Pasar Medan.

Jadi para pelancong lokal maupun mancanegara masih ada waktu belanja oleh-oleh bila tidak sempat di sentra wisata, bia mendapatkannya di berbagai galeri di Kota Medan pasca menikmati keindahan obyek wisata. (Achmad Ichsan)

About eddy Purwanto

Check Also

Kerjasama Antar Lembaga Penting Bagi Kemajuan ASEPHI

Sebagai wadah perajin dan pengusaha produk kratif kerajinan Indonesia, maka sudah saatnya ASEPHI bekerja lebih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: