Home / Design / Inovasi Produk Dapat Memberikan Opsi Kepada Pasar

Inovasi Produk Dapat Memberikan Opsi Kepada Pasar

Direktur Pengembangan Produk Ekspor (P2E), Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan, Ari Satria menyampaikan, industri nasional tengah menghadapi persaingan dalam memasarkan produknya, baik di pasar domestik maupun ekspor.

Guna meningkatkan daya saing, tentu inovasi produk sangat perlu dilakukan baik inovasi dalam desain produk, inovasi kemasan produk maupun inovasi dalam pemasaran produk. “Dengan melakukan inovasi, diyakini akan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global,” ucapnya.

Inovasi yang dilakukan Ditjen PEN, terang Ari, adalah inovasi terkait design produk. Dimana Ditjen PEN melalui program DDS dan Klinik Desain menyediakan beberapa designer untuk melakukan pendampingan pengembangan desain dengan melibatkan desainer sebagai tenaga ahli dengan berkolaborasi dengan pelaku usaha potensi ekspor untuk menciptakan produk baru berbasis desin sehingga desain produk tersebut dapat memenuhi permintaan pasar ekspor.



Proses kegiatan DDS tersebut dilakukan dalam rangkaian yang cukup panjang selama 8 bulan, mulai dari seleksi desainer yang akan dijadikan sebagai tenaga ahli, seminar tentang pentingnya desain, seleksi 2 pelaku usaha pada masing-masing daerah, diskusi desain, pembuatan prototype, penyiapan bahan publikasi sampai dengan kegiatan pameran.

Menurut Ari, inovasi produk dapat memberikan banyak opsi kepada pasar, sehingga usaha bergerak maju lebih cepat. Selain itu, sedikit inovasi dari produk juga dapat membuka peluang untuk memperluas pasar; pengembangan produk, yaitu dengan memperkenalkan produk baru yang orisinil. Hal ini merupakan strategi yang umum dilakukan, namun tantangannya terletak pada skill dan kegigihan untuk menghasilkan produk yang benar-benar inovatif dan diterima oleh pasar. Ari menambahkan, Inovasi yang dilakukan Ditjen PEN adalah inovasi terkait desain produk melalui program Designer Dispatch Services (DDS) dan Indonesia Design Development Center (IDDC).

Sebagaimana diketahui, IDDC merupakan wadah kolaborasi antara pelaku usaha dengan desainer dalam melahirkan desain-desain produk yang berdaya saing tinggi di pasar internasional. Menteri Perdagangan meyakini IDDC akan mampu melahirkan produk-produk berbasis desain yang bernilai tambah dan mampu bersaing secara global. Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam IDDC ini adalah Klinik Desain, Fasilitas layanan informasi desain dan Pusataka Desain.
Untuk program DDS, Ditjen PEN melakukan fasilitasi pendampingan desain kepada pelaku usaha terhadap produk yang akan dikembangkan desainnya. Setelah pelaku usahanya terpilih, Ditjen PEN akan mengirimkan desaigner yang terpilih melalui proses seleksi juga ke daerah tempat produksi produk terpilih.

Selanjutnya designer akan melakukan pendampingan dalam proses pengembangan desain tersebut. Pada program ini terjadi kolaborasi antara desainer dan pelaku usaha dimana pemahaman ilmu desain baik dari sisi estetika, ergonomis dan fungsi yang dimiliki akan digandeng dengan pengalaman dan kemampuan pelaku usaha dalam membuat produk. sehingga hasil kerjasama ini diharapkan dapat menciptakan suatu produk baru yang memiliki nilai desain dan sesuai kebutuhan konsumen. Karena desain yang baik adalah yang dapat mengakomodir kebutuhan konsumennya.

About eddy Purwanto

Check Also

Kerjasama Antar Lembaga Penting Bagi Kemajuan ASEPHI

Sebagai wadah perajin dan pengusaha produk kratif kerajinan Indonesia, maka sudah saatnya ASEPHI bekerja lebih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: