Iwan Fals Pamerkan 'Ureg-ureg'

Iwan Fals Pamerkan ‘Ureg-ureg’

Setiap orang diberkahi dengan kemampuan kognitif dan afektif. Manusia seyogyanya mengasah dan mengembangkan berkah menjadi ‘kuas’ untuk melukis, agar kanvas kehidupannya menjadi lukisan indah dan penuh makna. Semesta telah memilih sosok Virgiawan Listanto yang lebih dikenal dengan nama Iwan Fals sebagai pelaku seni musik. Sejak akhir tahun 1970an ia telah memasyarakatkan tidak kurang dari 39 album bertema gelegak sosial, lingkungan hidup, dan cinta. Selain dikenal sebagai penyanyi dan penulis syair, Iwan juga menghabiskan sebagian waktunya untuk melukis.

Iwan Fals Pamerkan ‘Ureg-ureg’ – Bersamaan dengan peluncuran album barunya yang berjudul ‘Rosana’ di kediamannya, Leuwinanggung, Depok pada 15 April 2019 lalu, maestro yang menjadi idola para ‘Berandal Malam di Bangku Terminal’ ini menggelar pameran perdananya yang menampilkan karya-karya lukisnya dengan titel ‘Galeri Suara Hati’. Lukisan-lukisan karya Iwan berhiaskan goresan-goresan abstrak dengan variasi pelbagai ukuran. Puluhan lukisan dipajang di sudut-sudut halaman rumahnya yang biasa dipakai menggelar konser tunggal, kali ini dikonversi menjadi galeri.

Pergumulan pertama Iwan Fals dengan seni lukis bisa dilacak ketika ia kuliah di jurusan Seni Lukis, Institut Kesenian Jakarta. Namun baru kali ini kumpulan karya lukisnya ditampilkan untuk dapat dinikmati khalayak umum hingga 30 April 2019. Iwan Fals menamai sapuan-sapuan kuasnya yang menjadi karya lukisnya itu dengan sebutan ‘ureg-ureg’.

Iwan sudah mengenal seni lukis sejak masa remaja, sudah lama sekali. Namun karena keasyikannya bermusik, perangkat lukis miliknya hanya tersimpan di gudang yang gelap dan sunyi. Baru kemudian, ia merasakan membutuhkan sesuatu yang tak dapat ia namai, yang tak bisa diungkapkan lewat syair lagu,  untuk menenangkan batinnya. Hasratnya untuk melukis kembali hadir.

Iwan mengaku, energi yang ia lepaskan saat melukis setara dengan ketika manggung. Terlebih saat ia diharuskan melewati masa pemulihan pasca operasi bahu awal tahun 2018 lalu, kegiatan melukis menjadi kesehariannya. Hadiah cat yang diberikan sang istri juga menambah motivasinya untuk melukis.

“Saat saya sakit, melihat kaleng-kaleng cat itu belum digunakan dan hampir kering. Itu membuat saya ingin melukis lagi, kanvasnya juga sudah ada. Ya sudah… mengalir,” ungkapnya. Awalnya, pameran lukisan dan peluncuran album barunya yang dirilis dua hari menjelang pemilu itu dipersembahkan sebagai kado untuk ulang tahun sang istri, Rosana Listanto, Oktober 2018. Hanya saja, karena alasan kesehatan dan berbagai kendala teknis membuat rencana itu urung dilaksanakan.

Bukan tanpa maksud dua hajatan Iwan dilaksanakan secara bersamaan, sebab beberapa lukisan diambil menjadi tema lagu. Daftar lagu dalam album ‘Rosana’ diselaraskan dengan judul beberapa lukisan. Selain itu, ada satu lukisan dengan garis dan corak yang tegas memenuhi bidang, dipilih menjadi cover album. Menurut Iwan Fals, lukisan itu adalah ungkapan yang paling pas untuk menggambarkan sosok sang istri.



Apa sebetulnya yang hendak Iwan Fals sampaikan lewat medium lukisnya itu? Pelukis Hanafi yang turut hadir di acara pembukaan pameran mengatakan, metamorfosis Iwan Fals dari pelantun ke pelukis adalah sebuah pengembaraan dalam sisi yang lain.

“Biasanya bermusik, kemudian sekarang melukis itu kan pengembaraan, mencari diri, mediumnya bisa apa saja. Saya kira ini dalam rangka mengembara. Yang terpenting spiritnya bisa tertampung daripada luber terbuang, dan kemudian ini bisa dinikmati banyak orang. Agar tidak tertinggal jejak-jejak keseniannya,” terang Hanafi.

Hanafi yang pada Juni 2018 lalu berkolaborasi dengan Goenawan Mohamad membuka pameran seni di Galeri Nasional bertajuk ’56×76′ menilai lukisan-lukisan abstrak yang dipamerkan memiliki unsur kejujuran, ungkapan-ungkapan, ekspresi diri. Berbeda dengan karya realis yang objeknya bisa ditangkap dari luar, karya dalam bentuk abstrak lebih dapat ditangkap dari dalam, yang tidak bisa dilihat mata. Lebih jauh, Hanafi yakin karya seni Iwan layak untuk dipamerkan di galeri-galeri ternama, asal dikurasi dengan baik. Menurutnya lukisan-lukisan Iwan memiliki value yang dapat menggugah kantong-kantong kolektor lukisan.

Anak kedua Iwan Fals, Annisa Cikal Rambu Bassae mengungkapkan, sebagian lukisan yang dipajang di ‘Galeri Suara Hati’ memang direncanakan untuk dijual. Nanti, dana yang dihasilkan dari penjualan lukisan Iwan akan disumbangkan ke Yayasan Suara Hati yang selanjutnya didonasikan bagi korban-korban bencana alam.

“Rencananya for sale, dananya buat Yayasan Suara Hati Iwan Fals, kita sudah ada legalnya, mudah-mudahan lukisan Papa yang bikin pinggangnya encok, berkah untuk orang-orang,” terang Cikal yang juga menjabat Direktur Manajemen Tiga Rambu, perusaahan yang menaungi Iwan Fals & Band.

Tidak sebatas dipamerkan di halaman rumahnya, Iwan juga berharap karyanya dapat dipajang di ruang pameran besar seperti Galeri Nasional Ruang A yang menjadi parameter ‘diterimanya’ sebuah karya seni. Hanya saja untuk memperoleh kesempatan itu  butuh waktu lama, sebab waiting list-nya sangat panjang. Meskipun begitu, ia tidak ingin menutup kemungkinan ‘ureg-ureg’nya bisa dipamerkan di Galeri Nasional. (Renold Rinaldi)

About eddy Purwanto

Check Also

Peluang Ekspor Produk Furniture Indonesia

Industri furnitur masih menjadi salah satu andalan dalam mendukung perekonomian nasional. Industri ini mampu menyerap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: