Kamis Fun dan Algoritma Kebahagiaan

Dalam sebuah webinar Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku jengkel, setiap hari handphone-nya tidak pernah berhenti dikirimi pesan pendek yang isinya menawarkan pinjaman. Konteks dari pernyataannya itu adalah soal dampak dari teknologi finansial atau fintech yang semakin masif menggempur hari-hari kita.

“HP saya setiap hari harus menghapus-hapus itu, butuh uang Rp5 juta, Rp10 juta,” ungkap Sri Mulyani.

Pertanyaannya, kalau seorang menteri yang mengurusi angka-angka njlimet dan triliunan anggaran negara saja bisa jengkel oleh pesan-pesan singkat yang masuk ke piranti komunikasinya. Lantas bagaimana dengan masyarakat awam seperti kita?

Hari-hari kita yang tidak lepas dari gadget ini tidak lepas dari berbagai hasutan yang datang terpampang di layar. Itu baru pesan penawaran dari SMS, bahkan ada yang lebih parah, tawaran judi online, pesan penipuan, sampai yang terburuk pesugihan online yang menawarkan uang Rp75 juta masuk ke rekening kita.

Betapapun seringnya kita melewati uji kompetensi dari ribuan pesan penipuan seperti ini. Respon kita seperti merepresentasikan suasana hati, ada yang abai mungkin terlalu sibuk dengan ribuan pesan di platform lainnya, yang kelebihan waktu dan emosi tentu akan membalas dengan kesumat, yang cerdas jelas tidak terpancing dan menertawakan.

Namun, yang setengah religius akan menganggap ini doa. Malah sedikit berharap, uang Rp75 juta itu tiba-tiba masuk ke rekening.

Pesan-pesan random dari kontak yang tidak dikenal itu berderap masuk, tidak bisa dicegah. Selalu mengganggu. Hanya saja yang membedakannya adalah respon kita. Yang menggambarkan suasana kebatinan kita, lepas dari segala persoalan yang menghampiri.

Bagi kalangan milenial dan gen z, bukan saja gempuran pesan nyasar yang menganggu, algoritma media sosial jadi persoalan tersendiri. Di Instagram, mereka dijejali tayangan visual yang serba indah, memukau, lekas membuat mereka jadi pribadi yang insecure. Sepertinya semua orang itu terlihat bahagia, tidak dengan dirinya.

Di Twitter, anak-anak ini seolah tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun, karena akan rawan dirajam jempol jahat netizen. Begitu pun di kolom-kolom komentar media sosial lain. Inilah problem riil yang dihadapi anak-anak muda di sekeliling kita sehari-harinya.

Banyak bahan konseling, dan seminar yang mengangkat isu ini, mencoba mengedukasi anak-anak muda agar menjadi pengguna media sosial yang baik. Tujuannya agar kesehatan mental kaum muda dapat terjaga dan vibesnya selalu positif, selalu produktif.



Dengan alasan itu pula, Floridina meluncurkan kampanye “fun is a state of mind” melalui rangkaian episode yang bertajuk #KamisFunwithFloridina.

“Fun merupakan faktor penting dalam menjalani kehidupan, terutama dampaknya yang dapat memicu kreativitas dan sikap positif, khususnya bagi kalangan muda. Hal ini pun sepatutnya dapat dirasakan di setiap kegiatan sehari-hari,” ungkap Firman Dwi Rachmawan, Brand Manager RTD Beverages Wings Food.

Kegiatan ini menurut Firman bertujuan untuk menyebarkan keceriaan dan semangat di kalangan anak muda untuk selalu positif dan produktif dalam menjalani kesehariannya dengan keceriaan.

Kampanye Floridina kali ini menyasar kaum muda mengingat konsumen dan pangsa pasarnya mayoritas merupakan anak muda. Berdasarkan data Nielsen Floridina menjadi merek minuman jus nomor 1 di Indonesia. Tentu saja, milenial dan gen z yang melek teknologi sebagai konsumen utamanya.

#KamisFunwithFloridina sedianya ditayangkan secara langsung setiap hari Kamis melalui akun Instagram @floridinaid. Ada tiga jenis kegiatan yang disajikan yaitu musik, gaya hidup dan komedi yang dikemas secara apik.

Kampanye ini menampilkan bintang tamu yang inspiratif yang merepresentasikan anak muda, seperti Nadiya Rawil, Rahmania Astrini, Rafi Sudirman, dan Trisouls. Seniman Darbotz serta jajaran stand up comedian ternama akan melengkapi line up kampanye kamis seru Floridina.

Kenapa Kamis Seru? Bukan, bukan karena hari kamis itu malam Jum’at. Alasan yang dikemukakan ternyata cukup beralasan, bahwa kesenangan dapat timbul dan dirasakan kapan saja, di mana saja, tidak harus menunggu akhir pekan tiba.

“Tentunya, semuanya harus dilakukan dengan fun, kapan pun itu, di mana pun kita berada, sehingga kita dapat menikmati hidup dengan lebih berwarna dan bermakna. Bersama Floridina, kini keseruan dapat dirasakan kapan pun, di mana pun!” jelas Firman.

Sebetulnya, kampanye Floridina ini dimaksudkan agar anak muda dapat melahirkan mindset baru, menjalani kehidupan dengan lebih baik dan penuh keseruan karena kita lah yang bertanggung jawab dengan kehidupan kita sendiri.

Gagasan mengenai keseruan akan lebih mudah untuk dialami jika kita mengganggap hal tersebut sebagai keadaan pikiran (state of mind) alih-alih menganggap bahwa keseruan merupakan hal yang terjadi bersadarkan kegiatan atau kejadian tertentu.

Melalui platform #KamisFunwithFloridina ini, Floridina berharap untuk dapat menyebarkan semangat kepada anak muda untuk terus kreatif, berkarya, dan menjalani kehidupan dengan positif, tidak terjebak dalam lika-liku algoritma media sosial ataupun pesan singkat pesugihan yang nyasar. (RR)

Check Also

LPDB-KUMKM Adakan Media Gathering

Pada acara Media Gathering,  Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan …

Reborn Even Better

Hotel Dafam Semarang merayakan ulang tahun ke-12 pada tanggal 18 November 2022. Persiapan dilakukan selama …

Leave a Reply