Home / Cover Story / Kiat Perajin Lilin Datangkan Uang

Kiat Perajin Lilin Datangkan Uang

Perayaan tertentu biasanya kurang lengkap jika tanpa lilin. Permintaan akan lilin pun jadi semakin meningkat. Hal tersebut seperti menjadi berkah bagi para perajin lilin. Sayangnya, kini perajin lilin masih terbatas.

Saat malam hari atau listrik padam, lilin dimanfaatkan sebagai penerang dalam keadaan darurat. Lilin juga biasa dinyalakan saat perayaan tertentu, seperti ulang tahun, candle light (kencan romantis), Natal, dan pergantian tahun. Ada banyak bentuk kerajinan lilin yang disesuaikan dengan kebutuhan, seperti lilin batangan putih dengan sumbu di bagian tengahnya, lilin hias, hingga lilin aroma terapi. Sementara itu, lilin untuk ulang tahun biasanya berbentuk angka dan huruf atau lilin kecil seukuran jari tangan. Saat makam malam romantis, juga ditempatkan lilin padat sampai lilin cair atau lilin warna-warni dalam gelas mini.

Lilin Penerang Jadi Kerajinan

Di bagian tengah lilin, umumnya terdapat sumbu yang dibungkus dengan bahan bakar yang padat. Awalnya, bahan bakar yang digunakan sebagai selimut dari sumbu tersebut ialah lemak sapi yang mengandung banyak asam stearat. Pada perkembangannya, bahan bakar yang digunakan terbuat dari parafin. Untuk hasil lilin yang baik, tentunya cara yang digunakan harus baik dan benar.

Sejarah mencatat, lilin sudah dipakai sejak 3000 SM di mana masih menggunakan alang-alang sebagai sumbunya. Pada perkembangannya, orang-orang Mesir menggunakan sumbu serat sebagai pengganti alang-alang. Kini, telah ditemukan cara membuat lilin yang lebih ekonomis dan praktis, bahkan bisa menjadi hiasan rumah. Berkreasi dengan lilin tentu menyenangkan. Selain hobi, kegiatan itu juga dapat menjadi peluang usaha.

Bahan-Bahan yang Diperlukan
Sisa lilin bekas pakai (semakin banyak warna semakin bagus)
Gelas kaca ukuran kecil
Sumbu lilin (bisa dicari di toko-toko kerajinan)
Spidol waterproof.
Pisau atau cutter

Cara Membuat Lilin Hias
Iris halus lilin sampai menjadi butiran-butiran seperti pasir. Anda juga bisa gunakan campuran parafin dan stearin dengan perbandingan 1 : 2. Lalu, campur pewarna krayon dan bisa ditambahkan aroma/pewangi.

Hias gelas kaca dengan gambar dan tulisan dengan spidol waterproof, atau tambahkan aksesori warna-warni.



Letakkan butiran-butiran lilin dalam 3 sampai 4 cawan stainless steel sesuai warna, lalu diencerkan dalam oven.

Masukkan sumbu lilin sambil tuangkan lilin yang telah diencerkan tadi ke dalam gelas kaca.
Dinginkan lilin hingga padat kembali agar sumbunya bisa tegak (lilin yang beraneka warna dimasukkan secara selang-seling).

Raih Jutaan Rupiah dari Limbah Lilin

Pembuatan aneka lilin hias ini menjadi usaha kreatif Eki Puji Lestari, warga Gabutan RT 003/RW 008, Joyosuran, Pasar Kliwon, Solo. Di tempat usahanya, tersaji aneka minuman yang diletakkan di atas etalase kaca. Ada es teler, es buah, es krim, jus, hingga beragam minuman dengan float. Warna minuman yang mencolok ini mengundang dahaga hingga menggoda siapa saja untuk meminumnya.

Namun, jangan diminum dulu karena minuman segar itu sesungguhnya terbuat dari lilin. Lilin dicetak sedemikian rupa agar mirip dengan minuman dan makanan yang menggoda selera. Eki memproduksi beragam pantom lilin hias di workshop miliknya yang diberi nama Griya Lilin Solo.
Tinggalkan Pekerjaan, Rintis Usaha

Bisnis ini sudah dirintisnya sejak 2010. Awalnya, Eki sering diprotes sang anak lantaran sering pulang sore. Ia lalu memberanikan diri untuk melepas pekerjaannya di industri garmen, dan mulai merintis usaha ini. “Saya pilih lilin hias karena waktu itu masih sedikit yang memproduksinya,” paparnya.

Selain hiasan patung lilin, Eki juga memproduksi lilin dengan aroma terapi. Menurutnya, beberapa lilin dicampuri dengan minyak esensial agar beraroma khas saat dibakar. Aroma terapi yang ia buat, di antaranya teh hijau, melati, mawar, apel, dan minyak kayu putih. Aroma terapi dipercaya dapat menghilangkan penat dan merelaksasi tubuh.

Berkat usahanya, wanita perajin IKM itu bisa mengantongi laba jutaan rupiah per bulan. Ia juga sering diminta menjadi instruktur di pelatihan ekonomi kreatif. Kini, tidak hanya Eka yang menggeluti kerajinan lilin. Banyak perajin lain yang juga menggeluti kerajinan ini dengan spesifikasi khusus, yakni patung lilin. Jadi, tidak perlu jauh-jauh belajar kepada Madam Tussaud. Jika Anda berminat menjadi perajin patung lilin, berguru saja kepada Eka atau perajin lilin lainnya. (Adyan Soeseno)

About eddy Purwanto

Check Also

Kerjasama Antar Lembaga Penting Bagi Kemajuan ASEPHI

Sebagai wadah perajin dan pengusaha produk kratif kerajinan Indonesia, maka sudah saatnya ASEPHI bekerja lebih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: