Kredit untuk UMKM Berbasis Ekspor

Guna membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) memiliki strategi untuk mendorong peningkatan ekspor Indonesia dengan memberikan dukungan kepada pelaku usaha kecil menengah asal Indonesia yang berbasis ekspor.

Direktur Tresuri dan Internasional BNI, Rico Rizal Budidarmo mengatakan, dalam upaya mengejar pertumbuhan transaksi ekspor, selain tetap meningkatkan layanan perdagangan kepada nasabah korporasi, BNI fokus mengembangkan pasar UMKM berbasis ekspor dengan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). “BNI melihat bahwa UMKM merupakan bagian strategis dalam peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, BNI tidak hanya memberikan pembiayaan kepada pelaku usaha sebagai eksportir, tapi juga memberikan pembiayaan bagi importir yang membeli produk yang dijual eksportir asal Indonesia. Skema ini membantu terealisasinya transaksi perdagangan antar pengusaha asal Indonesia dengan importir yang ada di negara tujuan ekspornya.



Sementara itu, Pemimpin Divisi Internasional BNI Eko Setyo Nugroho menyampaikan, BNI juga memberikan pendampingan dan pelatihan kepada nasabah eksportir dan importir. Selain itu, BNI juga memberikan harga yang kompetitif dan layanan transaksi ekspor-impor yang cepat dan efisien. “BNI memanfaatkan kantor cabangnya di luar negeri sebagai sumber penyedia sumber dana murah yang akan digunakan untuk pembiayaan nasabah importir dan eksportir di dalam negeri,” paparnya.
Salah satu contoh skema hubungan antara eksportir dengan importir ini, diterapkan BNI pada Abdul Razak, yang merupakan UKM penerima kredit usaha rakyat (KUR) BNI asal Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Abdul Rozak merupakan UKM petani tambang, yang mengekspor udang hasil budidaya di Bulukumba melalui PT Multi Monodon Group yang berada di Makassar, Sulawesi Selatan. Salah satu pembeli produk makanan laut dari Multi Monodon Group tersebut adalah Wealthy Garden Holdings yang berada di Hong Kong. Dalam melakukan impor produk seafood Multi Monodon Group, Wealthy Garden Holdings mendapatkan fasilitas impor dari BNI Cabang Hong Kong.

Multi Monodon Group sebagai perusahaan eksportir seafood menjadi salah satu debitur sentra kredit menengah (SKM) BNI di wilayah Makassar. Perusahaan ini telah menjadi debitur BNI dari tahun 2005 dan mengekspor produknya ke Singapura, Hong Kong, Jepang, Tiongkok dan beberapa negara lainnya.

About eddy Purwanto

Check Also

Gushcloud Indonesia Bersama NGO dan Content Creator Bergerak Bersama untuk Ciptakan Aksi yang Berdampak Baik

Di tengah keberagaman masyarakat dan alam Indonesia yang membanggakan, kita juga memiliki isu di berbagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *