Lampu Gentur Merambah Pasar Dunia

Usaha lampu gentur terus berkembang dengan inovasi aneka desain menarik yang mampu memenuhi selera konsumen pasar dalam dan luar negeri.

Lampu gentur merupakan lentera hias indah mempesona yang dihasilkan oleh para pengrajin dari Kampung Gentur, Desa Jambudipa, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Usaha lampu gentur yang merupakan usaha turun temurun masyarakat Kampung Gentur ini telah menjadi kebanggaan dan ikon warga masyarakat Cianjur. Di perempatan jalan dekat Kampung Gentur dibangun tugu berbentuk lampu gentur.

Melalui perjalanan sejarah membuat para pengrajin makin terasah untuk menghasilkan produk lampu gentur yang sangat indah. Pesona keindahan lampu gentur tak hanya menjadi perburuan para kolektor yang mencari produk kerajinan untuk mempercantik interior. Namun, kini lampu gentur telah merambah sejumlah kawasan pasar luar negeri.
Menurut pemilik “Kurnia Lamp”, E. Sutrisna, lampu gentur kini telah merambah pasar ekspor dan banyak dipesan para konsumen dari kawasan Asia, Thailand, kawasan Timur Tengah, Dubai, kawasan Eropa seperti Yunani, Bulgaria, Jerman, Belanda dan Amerika Serikat. Kemahiran para pengrajin Kampung Gentur pada umumnya mampu memenuhi pesanan lampu gentur sesuai selera konsumen.

Para perajin Kampung Gentur memang telah ditempa cukup lama secara turun temurun untuk menghasilkan produk lampu hias yang indah dan mempesona. Konon keberadaan sentra lampu hias ini sudah ada sejak sebelum Kemerdekaan Republik Indonesia. Para pemilik usaha lampu hias Kampung Gentur pada saat ini pada umumnya adalah generasi keempat dari usaha yang sudah dirintis oleh kakek buyut mereka.

Aneka desain indah lampu hias dapat dihasilkan para pengrajin Kampung Gentur. Beragam lampu hias dengan warna terang, merah, hijau, dan warna menarik lainnya banyak bergantungan di etalase hingga pintu rumah penduduk Kampung Gentur.
Sejarah lampu hias Kampung Gentur dimulai oleh kakek buyut mereka yang dulu membuat lentera dari kaleng bekas susu berbahan bakar minyak tanah atau disebut lampu centir untuk penerangan bagi para santri yang mengaji di pondok pesantren. Perjalanan waktu telah menempa kemahiran para pengrajin Kampun Gentur untuk menghasilkan lampu hias yang banyak diminati para kolektor untuk berbagai macam keperluan dekorasi ruangan dan koleksi di beberapa ruangan rumah, hotel, restauran, maupun kafe.



Beberapa koleksi lampu gentur dengan gaya modern klasik dari gaya Maroko, Mediterania, Oriental disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dari lampu gantung, lampu tembok, lampu meja, maupun tempat lilin dengan material kuningan dipadukan dengan berbagai kaca bevel, kaca es flora yang berwarna-warni sesuai permintaan konsumen.

Di Kampung Gentur terdapat sekitar 30 pengrajin yang menggantungkan ekonomi keluarganya pada usaha pembuatan lampu hias. Di Kampung Gentur terdapat jejeran toko penjualan lampu hias. Di sentra kerajinan lampu hias ini semua rumah merangkap gerai atau etalase, bahkan pembuatan lampu pun di kerjakan dikerjakan di teras rumah mereka.

Kreatifitas para pengrajin Kampung Gentur terus berkembang seiring dengan perubahan zaman. Lampu hias yang dihasilkan para pengrajin Kampung Gentur terus mengalami perubahan desain. Selain lampu hias model Maroko, kini ada hiasan terarium geometri yang juga banyak diminati. Terarium geometri ini masih berbahan kaca dan kuningan yang dibentuk bersudut. Biasanya digunakan untuk hiasan terarium tumbuhan seperti kaktus dan lainnya yang disertakan pasir atau batu kecil.

Kunjungan berbagai pihak ke Kampung Gentur, terutama para wisatawan dari Timur Tengah membuat produk lampu mereka menjadi terasimiliasi, mulai dari bentuk hingga corak. Dengan berbagai keperluan, banyak wisatawan Timur Tengah yang bertandang ke kawasan Cianjur, di antara mereka tidak sedikit yang berkunjung ke Kampung Gentur.

Kini para pengrajin lampu hias Kampung Gentur mampu membuat beragam desain hingga koleksi produksi mereka lebih dari tiga ratus item lampu hias, antara lain lampu gantung, lampu meja, lampu tembok, lampu tempat lilin dan lain-lain sesuai kebutuhan konsumen yang kebanyakan sedang trend pada saat ini. Pada umumnya bahan baku utama yang digunakan untuk pembuatan lampu hias adalah plat kuningan, kaca es, kaca bevel yang berwarna-warni dengan dua pilihan warna dasar gold dan hitam antik sesuai selera konsumen. (Ahmad Jauhari)

About eddy Purwanto

Check Also

Peluang Ekspor Produk Furniture Indonesia

Industri furnitur masih menjadi salah satu andalan dalam mendukung perekonomian nasional. Industri ini mampu menyerap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: