Livin’ Jakarta Coffee Week Upaya Memajukan UMKM di Industri Kopi

Ajang perayaan kultur kopi spesialti kembali digelar lewat tajuk Jakarta Coffee Week (Jacoweek), gelaran tahunan yang digelar sejak 2016 sudah menjadi acara kumpul para penikmat kopi, barista dan ahli kopi terbaik.

Menurut Hendri Kurniawan selaku Co-Founder Jakarta Coffee Week pengunjung yang datang tak hanya datang dari dalam Jakarta saja tapi juga dari kota-kota lain. Tidak hanya itu, Merek-merek kopi lokal yang dipamerkan memiliki kualitas terbaik.

“Tema Livin’ Jacoweek 2021 tahun ini adalah ‘Let’s Get Together Again’. Melalui tema ini, kami ingin mengajak teman-teman UMKM di industri kopi dari hulu hingga ke hilir untuk maju dan bangkit bersama. Kehadiran Livin’ Jacoweek 2021 secara offline, diharapkan bisa menjadi suatu platform berkelanjutan sekaligus perwujudan dari kekompakan dan kebersamaan dari para penikmat kopi maupun pelaku industri kopi, teh, dan coklat, baik berskala besar maupun kecil,” ungkap Hendri.

Produsen dan distributor mesin kopi, bahkan petani-petani kopi dari berbagai daerah di Indonesia – bergabung semua di acara kopi terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Menghadirkan 85 tenants, pengunjung tak hanya bisa menikmati dan membeli berbagai produk dan peralatan kopi terbaik, tapi juga menyaksikan berbagai aktivasi seru di dalamnya. Selain itu, akan ada kompetisi manual brew dengan nama “Jago Brew” dengan jumlah peserta lebih dari 80 orang dari berbagai daerah di Indonesia dan kompetisi Latte Art berskala Nasional untuk Barista yang diadakan oleh ABCD School of Coffee.

Tak kalah menarik, akan ada booth dari asosiasi kopi SCAI (Specialty Coffee Association of Indonesia) yang mendatangkan petani dan biji kopi green beans dari berbagai penjuru Indonesia.

Dalam 10 tahun terakhir, industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Saat ini, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Industri kopi memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang di Indonesia. Tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan usaha kopi menjadi salah satu buktinya.



“Perkembangan pesat industri kopi lokal dapat dilihat melalui bertambah banyaknya coffee roaster, baik berskala kecil maupun besar yang hadir. Maka dari itu Jacoweek menjadi wadah yang tepat bagi mereka untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk terbaik mereka,” papar Hendri.

Setelah tahun 2020 lalu digelar secara daring, tahun ini ABCD School of Coffee dan HYPE! mengajak para penikmat kopi dan pelaku industri kopi, teh, dan coklat untuk bertemu kembali melalui acara offline di #Jacoweek2021 yang digelar selama 3 hari sejak Jumat, 26 November 2021 – Minggu, 28 November 2021, bertempat di Atrium GF Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Hendri menambahkan, dengan adanya event Livin’ Jacoweek 2021 yang diselenggarakan secara offline merupakan keputusan yang terbaik, sebab para pelaku industri ini selain mengandalkan penjualan digital, tentunya harus mendapatkan dukungan penjualan dan pemasaran secara langsung kepada customer melalui suatu kegiatan offline. Walaupun digelar secara offline, namun Livin’ Jacoweek 2021 tetap mengutamakan protokol kesehatan dengan berbagai kebijakan.

Komitmen Jacoweek dalam mendukung UMKM industri kopi, teh, dan cokelat semakin diperkuat dengan kehadiran booth Jakpreneur yang didukung oleh Pemprov DKI Jakarta serta UMKM lainnya yang menjadi bagian dari kampanye Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI), program baru besutan pemerintah yang merupakan kampanye untuk bangga menggunakan produk buatan Indonesia.

Kehadiran Livin’ Jacoweek 2021 ini mendapat dukungan penuh dari para sponsor, seperti Bank Mandiri. Di sisi lain, Bank Mandiri optimis inisiatif promosi dan aktivasi dengan melibatkan komunitas seperti penggemar kopi ini sangat efektif karena saat ini ngopi telah menjadi gaya hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menjadi pendukung pelaksanaan acara, Bank Mandiri juga menyiapkan benefit promo cashback hingga 75% menggunakan QRIS Livin’ by Mandiri, Mandiri Debit dan Mandiri Kartu Kredit. Inisiatif ini sejalan dengan semakin digemarinya cara pembayaran non tunai oleh nasabah Bank Mandiri, di mana lebih dari 95% transaksi nasabah dilakukan secara elektronik dan kurang dari 5% melalui kantor cabang.

Diharapkan, event ini dapat memberikan kesempatan dan dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh nasabah untuk mendapatkan eksposure langsung dari lapak berbagai merek dagang dan usaha ternama di industri kopi serta berbagai biji kopi pilihan nusantara yang dibawa langsung oleh petani kopi, dengan keunikan rasa yang tidak kalah dengan coffee chain internasional.

Check Also

Foto: Lumbung Padi di Ujung Jawa Barat

Sekelompok petani mencabuti tanaman liar yang tumbuh di areal sawah mereka di Dusun Kampung Sawah, …

Perkuat Ekosistem Cashless, BNI Gandeng Indomaret

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) terus memperkuat ekosistem cashless …

Leave a Reply