Majukan UMKM dengan Rumah Kreatif BUMN

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak ekonomi di negara ini. Tercatat sedikitnya ada 57 juta UMKM di seluruh Indonesia, yang masih bisa bertahan dalam menjalankan usahanya.

Kementerian Badan usaha Milik Negara (BUMN) yang dikomandoi Rini Mariani Soemarno, berperan aktif sebagai agen pembangunan, dan membantu UMKM yang masih membutuhkan dukungan untuk dapat meningkatkan keadaan ekonominya.

Rini Soemarno menjelaskan, Kementerian BUMN bersama perusahaan milik negara merancang program strategis dengan nama Rumah Kreatif BUMN (RKB) sebagai rumah bersama untuk berkumpul, belajar dan membina para pelaku UKM menjadi UKM Indonesia yang berkualitas. “Melalui RKB diharapkan tercipta lapangan kerja, mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan inovasi baru,” terangnya.

Wanita kelahiran Maryland, Amerika Serikat, 9 Juni 1958 ini mengatakan, Kementerian BUMN memiliki peran dan tugas dalam menyelenggarakan urusan di bidang pembinaan Badan Usaha Milik Negara, diantaranya melakukan perumusan dan penetapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan Badan Usaha Milik Negara dan melakukan koordinasi dan sinkronisasi, pengolahan serta pengawasan terhadap kekayaan milik Negara.

Untuk mewujudkan hal tersebut, BUMN terus berupaya merealisasikan kesatuan visi dan misi untuk membangun negeri melalui semangat BUMN Hadir Untuk Negeri. “Semua BUMN akan bersatu padu membangun Indonesia dari daerah-daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat penggerak pertumbukan ekonomi berbasis kerakyatan,” jelas Rini.

Rini Soemarno mengungkapkan, melalui pembinaan bagi UKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UKM itu sendiri, maka program Rumah Kreatif BUMN akan diperankan sebagai pusat data dan informasi serta sebagai pusat edukasi, pengembangan dan digitalisasi UKM di seluruh nusantara.

Tujuan dari Rumah Kreatif BUMN menurut Rini, adalah satu upaya kongkret dalam meningkatkan UKM menjadi UKM yang berkualitas. Serta berfokus kepada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah. “Secara berkesinambungan kegiatan Rumah Kreatif BUMN akan memberikan mendampingi dan mendorong para pelaku UKM dalam menjawab tantangan utama pengembangan usaha UKM, baik dalam hal peningkatan kompetensi, peningkatkan akses pemasaran dan kemudahkan akses permodalan,” ujarnya.

Rini mengatakan, dari 119 BUMN hanya sebagian kecil saja yang terlibat dalam mengelolaan program RKB, diantaranya adalah Bank Mandiri dengan program Wirausaha Muda Mandiri, Bank BNI dengan Kampoeng BNI Nusantara, Bank BRI dengan program Teras BRI dan Telkom Indonesia dengan 2 juta UKM teregister melalui pogram Kampung UKM Digital di seluruh Indonesia.

Dalam RKB, lanjut Rini, pelaku UKM akan didampingi para ahli dalam pengembangan usaha dengan berbagai keilmuan dan pengetahuan dasar, untuk meningkatkan kualitas produk, standarisasi bahan baku, standarisasi produksi, bimbingan pengembangan produk baru, packaging, branding, quality control dan bimbingan pendanaan secara terstruktur yang dikonsepkan untuk kinerja UKM.



“Pelaku UKM akan mendapatkan pelatihan-pelatihan khusus sesuai dengan modul yang dibutuhkan, antara lain terkait tentang Bisnis dan Keuangan, Permodalan, Segmentasi dan Target Pasar, Proses Produksi dan Pemasaran serta total quality management, yang sangat dibutuhkan bagi peningkatan kualitas mutu dari produknya,” ujar Rini.

Rini menerangkan, selain sebagai sarana dan prasarana penunjang pemasaran di era digitalisasi, program RKB sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai Energi Digital Asia.

Melalui digitalisasi yang ada dalam program RKB, menurut Rini Soemarno, tersedia informasi terkait program BUMN bagi masyarakat. “Seluruh informasi di RKB dapat digunakan oleh pelaku UKM dalam pengembangan usahanya melalui berbagi ilmu dan berbagi informasi,” tambahnya.

Selain itu, tambahnya, program RKB juga memberikan fasiltas kepada para UKM dalam pengurusan sertifikasi legalitas produk dan hasil karya inteletual secara terintergrasi baik offline maupun on line.

Lebih rincin Rini menjelaskan, untuk Bank BRI selama satu bulan program berjalan sudah mendirikan 17 RKB yang tersebar di Indonesia, BNI 15 RKB, BTN 10 RKB, Bank Mandiri 15 dan PLN, Pertamina serta Telkom. “Targetnya hingga akhir 2017 ini, ada 100 RKB lebih, dan yang ingin dicapai adalah menjangkau 514 RKB, baik ditingkat kabupaten maupun kota di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Kepedulian BUMN
Badan usaha dibawah kordinasi Kementerian BUMN, yang terlibat dalam program RKB telah memfasilitasi permodalan bagi pelaku usaha. Menteri BUMN mencontohkan, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) merupakan salah satu Badan Usaha Milik  Negara memiliki komitmen  untuk menjalankan good coorporate citizenship melalui penyelenggaraan program kemitraan dengan usaha mikro dan kecil.

Rini melanjutkan, secara struktur organisasi perusahaan di kelola oleh unit community development center (CDC) berpedoman kepada peningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Dimana mitra binaan akan mendapatkan pinjaman dari program kemitraan. Bantuan pinjaman program kemitraan CDC Telkom tidak mengenal bunga, namun mengenakan jasa administrasi sebesar 6% per tahun dari saldo pada awal tahun. Sedangkan lama pinjaman maksimum adalah selama 2 tahun. Sedangkan besarnya jaminan tergantung dari jumlah pinjaman yang diajukan oleh pemohon dan disetujui oleh Telkom.

Sementara itu, sektor usaha yang dapat diberikan bantuan pinjaman dalam program kemitraan RKB adalah sektor industri, jasa, perdagangan, peternakan, perikanan, pertanian, perkebunan, dan jasa lainnya.

Komitmen Kementerian BUMN di dalam RKB adalah dengan program Kemitraan adalah ingin mengembangkan pemasaran usaha kecil menengah. Salah satunya yakni melakukan berbagai kegiatan termasuk dalam berbagai pameran baik di dalam maupun luar negeri. (Agus Sukmadi)

About eddy Purwanto

Check Also

Tutup Impor Produk Tekstil dan Fesyen, Kuliner, Kerajinan ke Indonesia

Transformasi digital dan aspek Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) merupakan salah satu perhatian utama Presiden …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *