Membuat Produk Kerajinan dari Limbah

Sampah dari bungkus produk (anorganik) yang terus menumpuk di mana-mana, jika dibuang atau dibakar akan mencemari lingkungan. Sebenarnya, sampah tersebut dapat dibuat menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomis serta bisa membantu menjaga kebersihan lingkungan.

Upaya mengatasi masalah sampah anorganik, perlu melibatkan warga masyarakat sekaligus memberikan peningkatan kesejahteraan terhadap masyarakat. Hal itu yang dilakukan Pertamina RU (Refinery Unit) VI Balongan, Indramayu dan Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Bandung, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Pertamina RU VI Balongan, berupaya meningkatkan keterampilan dan wawasan masyarakat di sekitar kilang dengan berbagai program kegiatan pemberdayaan warga, seperti mengadakan pelatihan pengolahan dan daur ulang sampah. Kegiatan pelatihan yang digelar di Kantor Kuwu Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, beberapa waktu yang lalu. Acara tersebut, diikuti puluhan peserta dari warga Desa Majakerta, pengurus bank sampah dan perajin sampah binaan.

Pelatihan ini digelar dengan tujuan, untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat agar mempunyai keterampilan dalam memanfaatkan sampah dari bungkus produk (anorganik) yang dibuang atau dibakar hanya akan membuat kotor dan mencemari lingkungan.



Menurut Eko Kristiawan, Unit Manager Communication, Relation & CSR Pertamina RU VI Balongan, sampah anorganik tersebut setelah dibikin produk kerajinan memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta bisa membantu menjaga kebersihan lingkungan.
Pelatihan dan program pemberdayaan melalui program CSR ini, lanjutnya, bisa membantu warga masyarakat memiliki peluang usaha sehingga berimbas pada peningkatan pendapatan mereka. “Pelatihan membuat produk kerajinan dari limbah plastik dan membuat kompos organik sangat berguna, sehingga masyarakat bisa memperoleh pendapatan tambahan melalui produk yang dihasilkannya,” ucap Eko.
Dalam pelatihan ini, diberikan materi cara pembuatan produk kerajinan unik dari barang bekas, kerajinan unik dari kain flannel, kerajinan unik dari kertas, kerajinan unik dari dari kain perca, dan lain-lain.

Menurut Unit Manager Communication & CSR MOR III, Dian Hapsari Firasati, pada saat ini keuntungan dari penjualan produk kerajinan di Desa Kertajaya juga digunakan untuk mendukung kegiatan masyarakat desa di sektor lainnya, seperti untuk pembelian bibit pohon sebagai bentuk konservasi lingkungan dan untuk pengembangan pembinaan anak usia dini (PAUD) Kertajaya.

Melalui program CSR ini, Pertamina telah menjadikan Desa Kertajaya menjadi Desa Creative Destination yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dari segi ekonomi, sehingga mampu mendukung peningkatan pendapatan per kapita dan kemandirian dalam menjalankan roda ekonomi desa di masa depan.

Berkat dukungan Pertamina, masyarakat Desa Kertajaya juga telah melakukan upaya efisiensi dalam penggunaan energi. Salah satunya, dengan adanya pemanfaatan wind turbine yang akan digunakan untuk sumber listrik dalam pembuatan share bag dan produk kerajinan lainnya.

(Ahmad Jauhari)

About eddy Purwanto

Check Also

Eiger Adventure Land, Ekowisata Berstandar Internasional

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi pembangunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *