Mendesain Seusai Keinginan Pasar

Dalam proses mendesain terutama ketika desain berhubungan dengan produk yang ingin dijual ada beberapa tahapan yang harus dipertimbangkan. Mendesain untuk produk jual/ masal sebaiknya tidak hanya mengikuti keinginan pribadi dari desainer/ pengrajin, karena produk akan memiliki subjektifitas yang tinggi dan dikhawatirkan tidak tepat sasaran yang mengakibatkan produk tidak laku.

Di bawah ini ada beberapa tahapan yang dapat menjadi panduan dalam membuat proses desain produk baru :

 

Pahami keunikan

Mulailah dari diri Anda, gali potensi dan keunikan dari kerajinan Anda. Keunikan bisa terletak di teknik produksi, pilihan material, bentuk produk dan lain-lain.

Pahami target market

Sangat penting saat melakukan desain untuk kita tahu benar-benar siapa pasar yang kita tuju. Pasar atau target yang berbeda dapat menghasilkan output produk yang berbeda, misalkan tas yang dibutuhkan anak-anak dan ibu-ibu pastilah berbeda.

Setelah memilih pasar yang kita tuju, lakukan observasi sederhana kepada pasar tersebut. Amati kebiasaan dan keinginan mereka ketika memilih suatu produk. Gunakan data-data yang Anda miliki untuk mendapat gambaran yang semakin mendetail tentang produk yang tepat untuk mereka

Need not want

Ingat bahwa produk yang Anda buat adalah untuk orang lain. Jangan membuat produk yang hanya Anda inginkan, tetapi buatlah produk yang memang pasar Anda butuhkan.

 



Brainstorming – visualisasi desain

Setelah Anda mendapat data-data yang Anda butuhkan, Anda dapat masuk ke tahapan brainstorming. Di tahapan ini Anda akan mulai menggambarkan desain dari produk, Anda dapat mencorat-coret gambar di atas kertas atau bantuan dari software computer yang menunjang. Carilah inspirasi akan bentuk-bentuk baru di majalah, internet, dan lain-lain. Jangan terpaku pada produk-produk yang sudah ada, ingat bahwa produk baru Anda harus unik dan berbeda dibandingkan produk yang ada, berilah nilai tambah yang berbeda!

 

Setelah menentukan bentuk dan ukuran produk, saatnya mencoba membuat produk Anda atau biasa disebut sample produk. Tes sample produk Anda kepada orang-orang sekitar untuk mendapatkan saran perbaikan untuk produk yang lebih berkualitas. Akan lebih baik jika Anda memberi tes produk kepada orang-orang yang memang sesuai dengan target pasar Anda. Hal ini akan memberi Anda data yang lebih akurat terhadap keberhasilan produk baru Anda.

Desain yang baik tidak akan berhasil tanpa pengawasan kualitas produksi yang ketat. Tentu saja kualitas produksi dari sample dan produk masal bisa sangat berbeda, produk masal membutuhkan pengawasan yang lebih ketat. Berikan juga desain yang menarik untuk kemasan Anda, karena kemasan adalah desain pertama yang dilihat oleh konsumen. Desain yang menarik mata mereka untuk membeli.

Pahami juga bahwa dalam mendesain produk baru, sangat mungkin bahwa produk harus mengalami beberapa kali pembetulan untuk membuat produk yang lebih sempurna.

 

Profile desainer :

Mariska Adriana

https://id.linkedin.com/in/mariska-adriana-b03a4626

facebook : temuan design , www.keping-perak.com

About Auliya Mustar

Check Also

Dibutuhkan Dorongan ASEPHI untuk Kerajinan Sumatera Barat

Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) diharapkan mampu mendorong kemunculan produk lokal Sumatera Barat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: