Merawat Furnitur Rotan agar Tetap Awet dan Menawan

Furnitur berbahan rotan kerap digemari karena tampilannya yang unik. Meski terkesan tradisional, furnitur rotan memberikan sentuhan elegan tersendiri dalam rumah. Harganya yang cenderung lebih murah pun menjadikannya banyak diburu. Namun, terdapat kiat-kiat perawatan yang harus dilakukan agar furnitur rotan senantiasa awet.

Furnitur rotan memiliki banyak celah anyaman mungil yang memungkinkan debu dan kotoran mengendap. Tidak heran kalau furnitur rotan lebih sulit dibersihkan.

 

Berikut ini, 8 cara merawat furnitur rotan dengan mudah yang bisa dilakukan secara rutin :

 

  1. Hindari Dari Paparan Langsung Sinar Matahari‌

Jika ingin warna furnitur anyaman atau rotan tetap menawan, jauhilah dari paparan sinar matahari langsung. Jika kerap terpapar sinar matahari, warna furnitur rotan perlahan bisa memudar. Lebih aman lagi, simpan furnitur anyaman rotanmu di tempat yang teduh. Pilih di dalam rumah atau teras yang sejuk.

 

  1. Jangan Tempatkan Di Lokasi Yang Mudah Terkena Air‌

Cara merawat furnitur rotan selanjutnya, yaitu jauhkanlah dari tempat yang mudah terkena air. Misalnya, meletakkan furnitur rotan sebagai kursi di pinggir kolam renang. Hal ini karena rotan mampu menyerap air dengan cepat. Jika dibiarkan terkena air lama-lama materialnya akan terkikis dan mudah rapuh.

 

  1. Bersihkan Dengan Penyedot Debu

Coba perhatikan celah-celah furnitur rotan, pasti di antara struktur anyamannya ada debu yang menempel, spot-spot seperti ini pasti susah dibersihkan. Untuk membersihkannya, gunakanlah pengisap debu dengan ujung bulu panjang agar mudah menjangkau debu. Jangan terlalu menekannya agar anyaman rotan nggak terlepas. Lakukanlah cara ini paling tidak seminggu sekali dan terapkan langkah ini sebelum mencuci furnitur rotan dengan air.

 

  1. Sikat Lembut Bagian Kecil Dengan Sikat Gigi‌

Cara merawat furnitur rotan selanjutnya simpel banget. Untuk membersihkan bagian yang nggak terjangkau pengisap debu, kamu bisa manfaatkan sikat gigi bekas. Gunakanlah sikat gigi bekas yang bulu-bulunya masih tegak. Basahilah dulu bulu sikat gigi menggunakan air agar debu-debu bisa terangkat dengan maksimal.

 

  1. Rapikan Serabutnya‌

Pasti ditemukan serabut yang keluar-keluar pada permukaannya. Agar lebih enak dipandang, bisa merapikannya menggunakan gunting. Potonglah pangkal serat-serat yang lepas agar furnitur tampak apik kembali. Ingat, jangan menarik serabutnya secara paksa, karena akan membuat furnitur rotan rusak.



 

  1. Lap Menggunakan Detergen

Jika debu-debu sudah dibersihkan, bisa melanjutkan dengan cara merawat furnitur rotan antara lain :

-Untuk rotan sintetis, taburkanlah detergen atau sabun cuci piring di badan furnitur. Selanjutnya, bersihkanlah dengan lembut menggunakan spons, lalu siram dengan air secara menyeluruh.

-Sementara itu, untuk furnitur rotan alami bersihkanlah menggunakan kain lembap yang sudah tercampur larutan detergen. Lap seluruh permukaan furnitur dengan bersih, tapi pastikan jangan sampai terlalu basah.

 

  1. Pastikan Benar-Benar Kering‌

Saatnya memastikan furnitur rotan benar-benar kering. Bisa menggunakan kipas angin, hairdryer, atau mengelapnya menggunakan kain kering.

Jika menggunakan hairdryer, aturlah ke suhu dingin dan jangan terlalu panas agar anyamannya nggak terbakar atau gosong. Cara merawat furnitur rotan ini sangat penting untuk menjaganya agar tak mudah berlumut, berjamur, dan keropos.

 

  1. Cegah Rayap

Cara merawat furnitur rotan yang terakhir ini wajib dilakukan jika ingin perabotan awet. Basmilah rayap-rayap yang bisa membuat furnitur rotan mudah keropos dengan langkah berikut:

-Campurkanlah 200 ml minyak tanah dengan larutan satu sendok kapur barus

-Masukkan campurannya ke dalam botol semprot dan kocok

-Semprotkan cairan ke permukanan furnitur rotan

About Auliya Mustar

Check Also

Adaptasi dan Transformasi KUMKM 2021

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan refleksi kinerja selama 2020 dan harapan bagi para …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: