Home / Cover Story / MUNAS VIII ASEPHI

MUNAS VIII ASEPHI

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita membuka secara resmi Musyawarah Nasional ke-8 Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (29/7).

Dalam sambutannya, Enggartiasto meminta kepada anggota Asephi untuk meningkatkan ekspornya. Pemerintah memberikan prioritas kepada kegiatan atau handycraft ini yang begitu banyak menyerap tenaga kerja UKM dan kalau melihat suatu daerah maka terlihat kerajinannya, begitu banyak dan beraneka ragam sehingga memberikan apresiasi dari dunia.

“Bapak Presiden berulang kali menekankan agar ekspor kita ditingkatkan dan ekspor yang mempunyai nilai tambah, jangan pernah kita tergantung kepada komoditi-komoditi tertentu. Kita baru saja merealisasikan lima perjanjian dagang internasional dari 12 perjanjian dagang yang ditargetkan rampung pada 2019-2020,” kata Enggar.

Enggar juga mengapresiasi kepada ASEPHI untuk menyelenggarakan Munas kedelapan ini kalau tidak maka organisasi ini akan berjalan ditempat. Selain itu, ASEPHI ujar dia telah sukses selenggarakan kegiatan tahunan seperti INACRAFT. Pihaknya juga meminta agar tidak hanya mengundang saat terselenggara acaranya saja melainkan seluruh jadwal kegiatan Inacraft agar bisa diberikan kepada atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).



Lebih jauh Enggar meminta agar ASEPHI agar badan pengurus daerah diperkuat. Berikan kesempatan kepada daerah untuk menyalurkan karya-karyanya. “Tadi saya juga mendengar bahwa Sulawesi Selatan belum ada perwakilannya dan belum terbentuk BPD nya. Karena setiap antar daerah berbeda kekhasan masing-masing yang bisa dijual dan ditonjolkan,”pungkasnya.

Sementara itu, Sekjen ASEPHI Baby Jurmawati Djuri mengakui bahwa ekspor produk Handycraft belum maksimal baru mencapai kurang lebih dibawah 5 persen. Tapi menurutnya, jumlah tenaga kerja yang diserap sektor ini jauh mencapai kebawah.

Melalui Munas ini juga ASEPHI bergegas lebih cepat seiring dengan perkembangan dunia yang dinamis menuju revolusi industri 4.0 atau era digital. Dimana pemerintah saat ini menargetkan produk kerajinan meningkat hingga 9 persen pada tahun2019. Dan sepanjang 2018, pengapalan produk handycraft nasional mencapai 1,2 milyar dollar AS. Ekspor ditujukan ke 50 negara.

Angka ini naik empat kali lipat dibanding tahun 1999 yang sekitar 300 juga dollar AS . Negara tujuan utama ekspor, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Belanda, dan Inggris.

About Achmad Ichsan

Check Also

Manfaatkan Media Sosial untuk Masyarakatkan Koperasi

Humas pemerintah dari berbagai kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Badan Koordinasi Humas (Bakohumas) diajak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: