Pameran Seni Rupa “When Paint Makes Me Happier Than Ever”

Kekuatan gambar memberi kelebihan tertentu, menjadi inti dari sebuah proses yang berkelanjutan. Apa yang dapat dibayangkan dari gambar merupakan tindak awal, untuk proses selanjutnya, tidak terduga. Seperti proses yang ada dalam pameran yang tersajikan kali ini. Judul pameran memberi gambaran, bahwa gambar merupakan tahap awal mengenal kebahagian. Kenapa? Sebelum proses menggambar ada pencarian gagasan apa yang dapat ditorehkan pada bidang gambar. Bahan seperti kanvas, kertas dan lainnya, menjadi medium, membantu menorehkan gagasan untuk dijabarkan lebih jauh menjadi bentuk yang dapat disajikan secara utuh dalam bidang persegi tersebut.

Gambar, gambaran kebahagian. konsep yang menghubungkan gambar dan proses menjadi sesuatu yang membahagiakan merupakan tindak, bagaimana melakukan suatu pekerjaan (baca:menggambar) menjadikan proses dalam batin sebagai inti dari tindak awal. Gambaran-gambaran dalam ingatan berproses, meniti satu demi satu apa yang perlu dilakukan. Sebelum terwujudnya gambar. Jika ini terjadi maka gambar merupakan satu definisi dari ribuan gambaran dalam proses ingatan. Betapa keras otak bekerja untuk mewujudkan gambar, satu gambar, dengan ribuan gambaran dalam diri. Mengupas seluruh bentuk, tanda dan detail yang diinginkan hendak diwujudkan.



Proses yang terlihat nampak membuang waktu, tetapi ini perlu dilakukan untuk membuat utuh gambar dari ribuan gambaran yang tersebar dalam ingatan. Pameran bertema “When Paint Makes Me Happier Than Ever”, bertempat di Ruang Garasi, Jl. Gandaria IV No.2, RT.7/RW.1, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130 , dilaksanakan pada tanggal 6-16 Juli 2022, pembukaan akan dilakukan pada tanggal 5 Juli 2022, jam 16.00 WIB merupakan proses ketiga Seniman: Ajria Siregar, Widi Susanto dan Ziskin Moya, bagaimana gambar yang berasal dari ribuan gambar dalam ingatan menjadi satu gambar yang definitif serta inspiratif dalam kekuatan gambar. Peserta pameran yang mengikuti pameran ini telah berpikir bahwa gambar yang mereka ciptakan akan menjadi isnpirasi bagi gambar-gambar selanjutnya untuk dijadikan pokok pikiran dalam berkarya.

Jika dilihat gambar yang terlahir, merupakan gambaran-gambaran yang datang dari ingatan untuk mewujudkan. “Secara subyektif perilaku mencari inspirasi, bagian dari kerja ingatan, berproses mencari apa yang dapat dilakukan untuk mewujudkan menjadi gambar”,ungkap Frigidanto Agung, kurator pameran dalam akhir wawancara. **

Check Also

Nature’s Allure: Reflection on Nature through Archetypal Imagery by Endang Lestari

Alam tak ubahnya rahim yang menyimpan, mematangkan dan melahirkan; tumbuhan sebagai daya dukung kehidupan, hingga …

Pentingnya Kesadaran Tentang Proyek Seni

Kesadaran tentang karya seni yang dilihat, maka perhatian audiens dapat dibentuk dan menjadi perhatian publik, …

Leave a Reply