Home / Cover Story / Parade Busana Batik Medan Masuk Rekor MURI

Parade Busana Batik Medan Masuk Rekor MURI

Parade mengenakan busana Batik Medan dengan jumlah peserta mencapai 2.674 orang dalam karnaval budaya yang digelar Dinas Pariwisata Kota Medan, masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

Tampak ribuan peserta yang mengenakan Batik Medan dengan warna dominan biru dan motif berbagai ikon khas Medan berjalan kaki dengan tertib dan rapih mulai dari depan bangunan bersejarah Tjong Afie di Jalan Ahmad Yani menuju Lapangan Merdeka, Kota Medan.

Para peserta semuanya mengenakan busana batik khas Medan dengan berbagai motif seperti Penari Melayu, Tepak Sirih, Istana Maimun, Becak Medan, Masjid Raya, Payung, Becak Medan, Durian, Bunga Kangkung, Bunga Terong, Kupu-Kupu, Daun Sirih dan Bunga Padi.

Seluruh peserta terdiri dari pimpinan SKPD, camat, lurah, kepala lingkungan serta masyarakat berkumpul di depan rumah bersejarah, Tjong Afie di Jalan Ahmad Yani . Mereka mengenakan Batik Medan dengan berbagai motif seperti Penari Melayu, Tepak Sirih, Istana Maimun, Becak Medan, Masjid Raya, Payung, Becak Medan, Durian, Bunga Kangkung, Bunga Terong, Kupu-Kupu, Daun Sirih dan Bunga Padi.
Selain itu, ada juga peserta parade yang mengenakan pakaian adat berasal dari 14 etnis yang ada di Kota Medan sebagai simbol keberagaman, serta busana hasil modifikasi.  Usai melepas, Walikota bersama Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Medan didamping wakil Walikota beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ikut Parade Budaya bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan

Acara parade busana batik Medan tersebut, turut diikuti oleh Walikota Medan H.T Dzulmi Edin beserta istri, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution beserta istri, para camat, lurah beserta jajarannya dan kepala lingkungan se Kota Medan.



Menurut Walikota Medan, H.T. Dzulmi Edin, kegiatan parade busana batik Medan tersebut, selain untuk melestarikan 14 budaya etnis yang ada di Kota Medan, kegiatan itu juga digelar dalam rangka meningkatkan sekaligus mempromosikan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara, sekaligus sebagai hiburan kepada seluruh masyarakat yang selama ini sudah mendukung proses pembangunan di Kota Medan.

Parade busana batik Medan ini berlangsung meriah, dan masuk dalam daftar rekor MURI. Karena diikuti 2.674 peserta  dengan mengenakan  Batik Medan, pakaian adat, serta pakaian hasil modifikasi yang sangat menarik.

Museum Rekor Indonesia (MURI), mencatat peserta yang mengenakan Batik Medan sebanyak 2.674 peserta dan pakaian Batik Medan itu merupakan hasil kerajinan para pelaku UMKM di Kota Medan yang merupakan gagasan Ketua TP PKK  dan Dekranasda Kota Medan, Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin SH.
MURI memberikan penghargaan dengan kategori Karnaval Mengenakan Busana Batik Medan Oleh Peserta Terbanyak. Sebelumnya, peserta  yang mengenakan busana Batik Medan hanya ditargetkan hanya 2.500 peserta. Ternyata, jumlah peserta yang mengenakan batik Medan lebih banyak dari yang diperkirakan.

Pihak MURI  memberikan penghargaan dengan kategori Karnaval Mengenakan Busana Batik Medan Oleh Peserta Terbanyak. Penghargaan itu langsung diberikan MURI kepada Walikota Medan, Drs. H. T. Dzulmi Eldin S. MSi  didampingi Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Medan, Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin SH, Wakil Walikota, Ir. Akhyar Nasution MSi beserta Wakil Ketua TP PKK, Nurul Khairani Akhyar Lubis.

Parade busana batik Medan ini, merupakan gagasan dari Ketua TP PKK  dan Dekranasda Kota Medan, Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin SH. “Gagasan ini timbul, karena saya ingin melestarikan dan mempromosikan batik Medan dengan motif dari ikon-ikon di kota Medan,” jelasnya.

Batik Medan
Walikota Medan mengatakan, sejumlah kegiatan telah dilakukan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Medan. Semua itu semata-mata untuk meningkatkan budaya kebersamaan, kepedulian dan rasa cinta kepada Kota Medan.
Terkait Karnaval Budaya Batik Medan, Walikota menjelaskan, acara ini sebagai simbol  kota multikultural yang dihuni 14 etnis budaya dominan dan mewarnai kehidupan di ibukota Provinsi Sumatera Utara. “Walaupun beragam namun semua hidup berbaur penuh kedamaian dengan menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan sehingga Medan sering dijuluki miniaturnya Indonesia,” ucapnya.
Sedangkan Ketua TP PKK Kota Medan, Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin SH mengaku sangat gembira karena Parade Budaya, terutama peserta yang mengenakan Batik Medan mendapat penghargaan dari MURI. Dengan penghargaan yang diperoleh itu, Hj Rita berharap Batik Medan semakin terkenal sehingga UMKM di Kota Medan semakin maju, terutama bagi para perajin batik.
elain Parade Budaya, kegiatan juga diisi dengan tarian kolosal dan tarian etnis yang menggambarkan 14 budaya etnis dominan di Kota Medan yakni Melayu, Karo, Mandailing, Toba, Simalungun, Angkola, Nias, Minang, Aceh, Jawa, Dairi, Tionghoa, Arab dan India, hiburan band serta lucky draw.

About eddy Purwanto

Check Also

Indonesia Sukses Bukukan Rp37 Miliar di SATTE 2020 India

Indonesia sukses membukukan transaksi hingga lebih dari 2.593.050 dolar AS atau setara Rp37 miliar saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: