Home / Art / Peluang Ekspor Kerajinan Aquascape

Peluang Ekspor Kerajinan Aquascape

Aquascape merupakan seni kerajinan mengatur dan mendesain tanaman air beserta asesoris yang lainnya untuk memperindah aquarium. Aquascape juga sering disebut “berkebun di dalam air” karena membutuhkan keahlian dalam menanam dalam air agar tumbuhan itu tidak mati.

Aquascape menjadi salah satu produk kerajinan yang banyak diminati pasar manca negara. Peluang ekspor produk kerajinan Aquascape antara lain pasar Jepang, Hongkong, China, Amerika Seikat, Peru, Thailand, Rusia dan Uni Emirat Arab.

Menurut perajin Aquascape di Tangerang Selatan, Banten, Bang Buyung, produk Aquascape yang dihasilkannya telah menembus pasar ekspor dengan harga jual berkisar Rp7 juta hingga Rp40 juta per unit, tergantung ukurannya.

Usaha Aquascape pada umumnya berawal dari hobi kesenangan memelihara ikan hias. Seperti dilakukan Kurniawan yang menekuni usaha kerajinan Aquascape dari hobi ikan hias yang kini telah mengekspor berbagai material untuk menghias aquarium ke manca negara.



Aquascape sebenarnya berasal dari kata Aqua yang berarti air dan Scape yang berarti pemandangan. Kegiatan Aquascaping pada umumnya seiring sejalan dengan hobi aquarium untuk memelihara ikan karena kebanyakan memang dilakukan dalam rangka menghias akuarium ikan.

Namun, kini tujuan dan hobi Aquascape telah mandiri yang tidak selalu berkaitan dengan hobi ikan hias. Seni kerajinan Aquascape memang selalu membutuhkan piranti media berupa aquarium dalam beragam bentuk untuk menaruh aneka tanamannya. Seni kerajinan ini pada perkembangannya juga menggunakan hiasan lain berupa batu, karang dan benda-benda asesoris lain untuk memperindah ruangan Aquascape.

Seni kerajinan Aquascape sering disebut “berkebun di dalam air” karena memang membutuhkan keahlian dalam menanam agar tumbuhan di dalam air tidak mati. Perajin seni kerajinan ini dituntut memiliki ilmu teknik hidroponik serta keterampilan dalam mendesain secara visual untuk menghasilkan produk akhir yang mempesona.

Dalam perkembangannya untuk menghemat biaya dan efisiensi waktu, proses produksi Aquascape pada saat sekarang sudah mulai meninggalkan kesan natural terkait dengan material bahan membuatnya. Seperti tanaman mulai digantikan dengan tanaman artificial (tiruan) dari plastik. Bahkan bebatuan dan coral karang juga dari material buatan. Namun demikian, tujuan akhirnya tetap untuk menghasilkan keindahan dalam ruang aquarium. (Ahmad Jauhari)

About eddy Purwanto

Check Also

Kerjasama Antar Lembaga Penting Bagi Kemajuan ASEPHI

Sebagai wadah perajin dan pengusaha produk kratif kerajinan Indonesia, maka sudah saatnya ASEPHI bekerja lebih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: