Perhiasan Memperindah Penampilan

Tak ada wanita tak menyukai perhiasan. Dari bayi hingga lansia lazim mengenakan aneka macam perhiasan. Pasalnya, mengenakan perhiasan akan memberi berjuta makna keindahan. Misal, bagi anak balita, untuk menunjukan yang diberi perhiasan itu seorang bayi wanita.

Beranjak remaja saat memakai perhiasan, selain menunjukan status dia seorang remaja putri, juga mengenakan perhiasan dengan tujuan memper’elok’ penampilan si remaja putri yang mengenakan. Dan bisa menunjukan kepribadian si wanita, bisa memberi kesan kesederhanaan, glamour, bisa mengespresikan karakter “tom boys” atau memberi kesan jati dirinya sebagai wanita anggun atau lemah lembut, tergantung dari perhiasan yang digunakannya.

Untuk wanita dewasa, memakai perhiasan tentunya dengan tujuan sesungguhnya untuk mepercantik diri, dan bisa menunjukan status si wanita kalau dirinya dari kalangan berada atau high society, atau kalangan bersahaja/ biasa-biasa saja. Bisa diihat perhiasan kaum jetset, yang mengenakan perhiasan kalung, anting, gelang yang berharga miliaran rupiah.

Dengan berjuta makna perhiasan bagi si wanita, memiliki dan mengenakan perhiasan menjadi hal yang penting buat kaum hawa dari semua kalangan. Di era milenia, menggunakan perhiasan tidak hanya wanita tapi kaum pria pun kerap mengenakan perhiasan seperti halnya wanita.

Branding bagi Produsen Perhiasan



Perhiasan dapat dikatagorikan sebagai asesories untuk mepercantik diri atau membangun karakter. Lazimnya, di kenakan melekat pada tubuh atau sekedar dikenakan untuk menghiasi tubuh. Ada aneka macam perhiasan, bisa di kenakan di telinga (anting), di leher (kalung), di jemari (cincin) di pergelangan tangan (gelang), hingga melingkar di kaki (binggel).

Pada umumnya, perhiasan sendiri bisa, terbuat dari aneka logam (emas, platina, baja, perak, dan logam campuran), kerap dikombinasi dengan batu permata, batu mulia, dan mutiara. Di negeri ini, perhiasan dibuat/ diproduksi di berbagai daerah yang memiliki ciri tertentu, dan ada juga sejumlah sentra dari perhiasan tertentu.

Seperti, sentra perhiasan perak ada di Kota Gede (Yogyakarta), dan ada di sejumlah daerah seperti di Kota Kendari (Kendari), Koto Gadang (Padang), Desa Celuk (Bali), dan Desa Ungga (NTB), Surabaya dan Luajang (Jawa Timur) serta daerah lain. Lazimnya, setiap sentra juga mengerjakan perhiasan bahan logam emas, platina dan campuran. Ada juga yang dikombinasi dengan batu permata, batu mulia dan mutiara.

Khusus, sentra kerajinan untuk batu permata (intan dan berlian), salah satu yang terkenal berada di Martapura (Kalimantan Selatan). Kendati disana juga terdapat perajin perhiasan perak, emas, dan logam campuran. Dan, masih banyak lagi sentra perhiasan hampir setiap propinsi ada.

Di sentra-sentra perhiasan itu, biasanya ada sejumlah maestro desainer kenamaan, dari produk kerajinan perhiasan tersebut, di bawah bendera atau gallery yang lazminya menjadi Brand/ Merek dari produk perhiasan tersebut. Di luar sentra masih ada lagi produsen perhiasan ternama dengan desainer perhiasan yang biasanya sekaligus menjadi brand aneka produk perhiasannya. Merekalah yang kerap melakukan ekspor-memasaran produknya ke pasar global.

Sayangnya, mereka para produsen perhiasan nasional, menurut Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih, belum bisa memainkan Branding/ Merek dengan baik. Padahal, melalui penguatan Branding produk perhiasan Indonesia akan memiliki daya saing global. Dengan Merek yang kuat dapat dipastikan mampu mengatasi berbagai kendala di negara tujuan ekspor. (Adyan Soeseno)

About eddy Purwanto

Check Also

Peluang Ekspor Produk Furniture Indonesia

Industri furnitur masih menjadi salah satu andalan dalam mendukung perekonomian nasional. Industri ini mampu menyerap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: