Home / Cover Story / Pesona Kriookng, Seni Ukir Suku Dayak

Pesona Kriookng, Seni Ukir Suku Dayak

Pakaian adat sebenarnya bukan hanya sekadar sebagai busana resmi suatu daerah, tetapi juga merupakan identitas dan bentuk penghargaan terhadap budaya yang dimiliki daerah tersebut. Beragam motif yang ditampilkan pakaian tersebut, memiliki makna dan arti tersendiri seperti pakaian dengan motif kriookng dari daerah Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Kriookng adalah sebuah warisan seni ukir khas suku Dayak Rentenung di kampong Linggang, Melapeh, Kecamatan Linggang Binggung di Kutai Barat. Dengan kreatifitas suku dayak Rentenung yang menyatukan potongan kain yang telah diukir pada kain lainnya, sehingga menghasilkan sebuah karya seni  yang luar biasa yang bernama kriookng.

Saat ini, kriookng sudah bias diaplikasikan di kain tenun dayak, atau di kain modern. Keunikan dari Seni Kriookng ini adalah ukiran yang dibentuk dari kain yang di potong sesuai dengan motifnya, kemudian potongan kain tersebut di jahit pada kain lainnya.

Salah satu perajin kriookng di Kutai Barat, Lidya menjelaskan, dari tidak dikenal kini kerajinan kriookng sudah banyak diminati masyarakat. “Sudah banyak permintaan pakaian kriookng yang kami buat. Bahkan permintaannya, ada yang dari luar daerah,” ucapnya.

Beberapa jenis motif atau ukiran Kriookng di antaranya:

  1. Kriookng Kodok / Kura-kura
  2. Kriookng Belanai / Guci
  3. Kriookng Kelebet / Prisai
  4. Kriookng Cihiiq / Tiang
  5. Kriookng Ketau / Rok
  6. Kriookng Alaau / Pagar
  7. Kriookng Naga

 

Memperkenalkan Kriookng di Ajang Fashion

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutai Barat, Yayuk Seri Rahayu Yapan mengatakan, penggunaan pakaian adat mendorong masyarakat Kubar mencintai budaya lokal pakaian adatnya sebagai identitas diri dan memperkenalkan kepada generasi muda, bahwa pakaian adat Kubar harus tetap ada dan lestari. “Ini adalah identitas diri dan daerah, kita harus bangga untuk menampilkannya,” ungkapnya.



Menurut Yayuk, kerajinan kriookng yang dimiliki Kubar berasal dari Kampung Melapeh Kecamatan Linggang Bigung ini, memiliki corak dan motif cukup anggun dan cantik. “Bahkan, pakaiankriookngini,sudahdiperkenalkan pada ajangHongkong Fashion Week (HKFW) dan Indonesia Fashion Week (IFW), di Jakarta,” ujarnya.

Ketua Dekranasda Kubar menjelaskan, di ajang HKFW Dekranasda Kutai Barat, bekerjasama dengan desainer Fanti W Nurvita, menghadirkan pesona Kutai Barat ke ranah internasional dengan menampilkan Kriya Kriookng di Hongkong Fashion Week 2019 dalam karyanya “Cosmo Kriookng. “Pada ajang Hongkong Fashion Week (HKFW) for Spring Summer 2019, di Hongkong Convention and Exhibition Center pada 10 Juli 2019 lalu, banyak para desiner maupun pengunjung tertarik dan minat dengan kriookng,” terang Yayuk.

Selain di ajang HKFW, lanjut Yayuk, pakaian dengan motif kriookng juga di tampilkan dalam panggung Indonesia Fashion Week (IFW) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan pada 30 Maret 2019 lalu.

Menurut Yayuk, keunikan pakaian kriookng bias dilihat daripada, bagaimana menempat kangaris potong di sisi-sisi badan, lengan, ataupun leher dengan terapan kriookng, suatu teknik seni ukir khas suku Dayak Tunjung Rentenukng (TonyooiRentenukng) di Kampung Linggang Melapeh, Kecamatan Linggang Biggung, Kabupaten Kutai Barat, yang diaplikasikan pada kain tenun dayak maupun kain modern lainnya.

Dengan memperkenalkannya di ajang nasional maupun intrernasional, Yayuk berharap, ketika mengenakannya orang sudah tahu bahwa pakaian ini berasal dari Kubar. Ini juga diharapkan dapat mengangkat perekonomian masyarakat di sektor UMKM.

Yayuk mengatakan, sudah saatnya produk kerajinan kebanggaan Kabupaten Kutai Barat diperkenalkan dan ditampilkan baik di tingkat Kabupaten, Nasional dan Internasional, untuk Hari Esok Kabupaten Kutai Barat yang Lebih Baik. “Kepada para pelakuseni dan budaya, saya berharap terus berkarya serta berkreasi mengembangkan warisan leluhur Kutai Barat,” terangnya.

“Tidak hanya itu, pemerintah juga terus berupaya memperkenalkan semua sisi yang dimiliki Kubar. Diantaranya, pembangunan secara fisik dan pembangunan perekonomian,” papar Yayuk.

(Achmad Ichsan)

About Auliya Mustar

Check Also

Pelaku Usaha Budidaya Akan Bentuk Koperasi

Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan menjalin sinergi program untuk penguatan dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: