Produk yang Baik Akan Menghasilkan Dampak yang Baik Pula

Raja Serayu adalah produk kolaborasi hasil program Designer Dispatch Service (DDS) 2016 dari Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag – RI), sebuah program yang memfasilitasi kolaborasi pengembangan desain antara pelaku usaha dari berbagai daerah nusantara salah satunya adalah dari Cilacap, Jawa Tengah yaitu Rajasa Mas Batik (Ibu Euis dan Bapak Tonik) dengan desainer produk dari Bandung yaitu Mufti Alem.

Sebuah produk yang terinspirasi dari potensi yang dihasilkan dari inisiatif meregenerasi para pembatik di daerah Cilacap yang kebanyakan berusia 55-70 tahun melalui pengenalan dan pelatihan gratis ke sekolah-sekolah (SMP dan SMA yang hingga saat ini sudah menyentuh 800-1000 siswa.

Dalam perjalanannya hasil pelatihan membatik para siswa yang secara kualitas belum siap untuk dipasarkan kemudian diolah dan ditransformasi menjadi jalinan perca batik yang dianyam dengan bambu untuk menghasilkan produk baru, yang pada Oktober 2016 lalu untuk pertama kalinya dipamerkan di Trade Expo Indonesia di JICC – Kemayoran dan berhasil menarik minat pembeli dari dunia internasional (International Buyer).



Melihat kesempatan dan potensi yang ada sekitar bulan Oktober, desain dari koleksi pertama Raja Serayu Saya daftarkan untuk ikut serta dalam program kompetisi Talents Ambiente 2017, dan setelah melalui serangkaian proses kurasi desain produk Raja Serayu terpilih menjadi salah satu partisipan Talents – Ambiente 2017 kategori Ethical Style di Messe – Frankfurt, Jerman.

Pameran yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 14 Februari 2017 di Messe-Frankfurt, Jerman merupakan ajang pameran tahunan yang terkemuka, terbesar dan terdepan dalam dunia perdagangan internasional untuk klasifikasi produk interior rumah, tercatat ada 142.000 buyer dari 154 negara, 4,454 peserta pameran dari 96 negara yang terlibat.

Sedangkan Ambiente – Talents, merupakan suatu program yang dibuat berkala setiap tahunnya oleh Ambiente ini dengan (secara gratis) memberikan area pameran (stan) khusus, publikasi dan serangkaian promosi pendukung kepada para peserta yang berhasil lolos kurasi desain dengan tujuan untuk memberi ruang bagi para desainer muda mempromosikan serta berupaya menghasilkan transaksi bisnis, membuka potensi kolaborasi ataupun mendapatkan publisitas media. Dengan peserta Talents 2017 kali ini berasal dari beberapa negara, diantaranya adalah Inggris, Rusia, Jepang, Argentina, Spanyol, Korea Selatan, Austria, India dan Indonesia sebagai pendatang baru yang memberi warna berbeda dalam Talents kali ini.

Peran Kemendag memfasilitasi sinergi antara Desainer bersama Pelaku Usaha maupun dukungan aktif BNI sebagai pihak perbankan yang mensponsori transportasi dan akomodasi desainer dalam Ambiente 2017 berkontribusi mengakselerasi pertumbuhan (growth) industri kreatif yang tumbuh di berbagai wilayah di Indonesia ke pasar global.

About eddy Purwanto

Check Also

Perpaduan Ragam Hias Dayak dan Kerajinan Jawa

Jika berbicara soal kebudayaan kriya Indonesia di Jakarta, sering kali kebudayaan Jawa dan Bali yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: