Home / Business / Program Promosi untuk Pengusaha Kerajinan

Program Promosi untuk Pengusaha Kerajinan

Menurut pemerhati kriya, Didi F., ada lima manfaat program promosi bagi UKM, yaitu meningkatkan penjualan produk, tempat mencari tambahan modal, memperluas jaringan, memperbaiki kualitas produk UKM, serta menjadi momen untuk survei pasar. Program promosi bagi para pelaku UKM, khususnya di bidang kerajinan dapat meningkatkan pemasaran produk, misalnya Indonesia Trade Promotion Center di luar negeri, pameran dagang di dalam dan luar negeri, serta kerja sama dengan pihak lain.

Pameran dagang menjadi salah satu cara bagi Kemendag untuk membantu pelaku UKM guna meningkatkan dan mengembangkan usaha. Salah satu pameran dagang yang digalakkan Kemendag ialah pameran di mal atau pusat perbelanjaan. Saat transaksi perdagangan digital atau e-commerce meningkat seiring dengan semakin menjamurnya toko online, Kemendag berupaya mendorong kemitraan antara pelaku usaha besar dengan pelaku ekonomi kreatif usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kemitraan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM dalam menghadapi perkembangan pusat perbelanjaan.

Hal tersebut diwujudkan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang penyelenggaraan pameran dagang UMKM di pusat perbelanjaan lndonesia antara Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI). MoU ditandatangani oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti dan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia A. Stefanus Ridwan di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Kemitraan ini ditujukan bagi para pelaku UMKM agar memiliki daya saing dan pengetahuan dalam mengenal perilaku konsumen di pusat perbelanjaan,” ujar Tjahya. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengharapkan pelaku usaha besar dapat meningkatkan perannya dengan memberikan tempat/ruang bagi pelaku UMKM. “Hal ini untuk mempromosikan dan memasarkan produk mereka di mal dan pusat perbelanjaan milik anggota APPBI,” imbuh Enggar.

Bagi APPBI, selain sebagai wujud dukungan terhadap kebijakan pemerintah, MoU tersebut sekaligus sebagai wujud tanggung jawab APPBI terhadap peningkatan penggunaan produk dalam negeri. “MoU diharapkan dapat meningkatkan kunjungan masyarakat serta memperluas segmentasi pasar di mal dan pusat perbelanjaan Indonesia sehingga tidak hanya berorientasi menengah ke atas,” ungkap Tjahya.

Dalam MoU tersebut, APPBI diwajibkan menyelenggarakan pameran dagang di area-area strategis pada pusat perbelanjaan dengan peserta pelaku UMKM yang telah diidentifikasi sebelumnya. Menurut Tjahya, Kemendag bersama APPBI akan mengidentifikasi produk dan calon peserta kegiatan pameran serta melakukan kurasi produk.

Pameran dagang tersebut paling sedikit diselenggarakan empat kali dalam setahun, di mana dua di antaranya dilaksanakan serentak secara nasional, yaitu pada Hari Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda. Anggota APPBI juga diwajibkan memublikasikan pameran tersebut di lingkup pusat perbelanjaan.



Sementara itu, Kemendag bertugas memublikasikan kegiatan pameran di media Kemendag, merekomendasikan pelaku UMKM yang akan berpartisipasi, dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait pelaksanaan pameran. MoU tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dalam negeri yang akhirnya akan meningkatkan kecintaan dan penggunaan produk dalam negeri.

Pelaksanaan MoU dapat dimanfaatkan pelaku UMKM di wilayah operasional APPBI. Wilayah operasional APPBI, yaitu Provinsi Bali, Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Tlmur, Kalimantan Tlmur, Riau, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Tingkatkan Daya Saing

Selain melalui pameran, upaya yang dilakukan Kemendag untuk membantu para perajin, terutama perajin perak dalam meningkatkan daya saing ialah dengan menggandeng PT Antam Tbk. Dengan kerja sama ini, diharapkan para perajin perak akan memperoleh manfaat lebih melalui transfer pengetahuan mengenai mutu dan desain serta metode pemasaran dari PT Antam sebagai perusahaan dengan lini bisnis utama logam mulia.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman “Program Pengembangan Produk Kerajinan Perak” oleh  Plh. Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Bachrul Chairi dan Direktur Utama PT Antam Tbk. Arie Prabowo Ariotedjo pada 2018 lalu. “Kemendag memiliki komitmen nyata untuk mendorong daya saing dan meningkatkan nilai tambah produk ekspor Indonesia yang potensial, salah satunya kerajinan perak,” ungkap Bachrul.

Dalam kerja sama tersebut, Ditjen PEN dan Antam akan mengembangkan produk dan desain kerajinan perak, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, serta memberikan bantuan untuk promosi dan pemasaran bagi pelaku usaha kerajinan perak. “Nota kesepahaman bertujuan menyinergikan program dan komitmen kedua belah pihak dalam upaya peningkatan ekspor kerajinan perak yang berdaya saing. Kegiatan pengembangan produk kerajinan perak PT Antam Tbk. akan dikombinasikan dengan kegiatan pengembangan produk Ditjen PEN,” sebut Bachrul.

Dari berbagai upaya yang dilakukan Kemendag, ditekankan pentingnya promosi bagi UKM. Promosi memang sangat penting untuk meningkatkan permintaan penjualan produk, memperluas jaringan pasar, meningkatkan loyalitas konsumen, mengetahui keinginan konsumen, dan lain-lain. (Ahmad Jauhari)

About eddy Purwanto

Check Also

Manfaatkan Media Sosial untuk Masyarakatkan Koperasi

Humas pemerintah dari berbagai kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Badan Koordinasi Humas (Bakohumas) diajak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: