Home / Cover Story / PTPN III Bantu Perajin Lestarikan Tenun Batak

PTPN III Bantu Perajin Lestarikan Tenun Batak

Perusahaan plat merah perkebunan di ujung Sumatera gencar menggulirkan dana pinjaman murah untuk UKM kerajinan setempat. Hal itu seiring dengan obsesi pemerintah menjadikan Toba sebagai destinasi wisata dunia.

Kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan mengutamakan konservasi alam; pemberdayaan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat lokal; serta pendidikan dan pembelajaran. Hal itu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah tetapi juga semua institusi terkait, salah satunya BUMN setempat.

PTPN III (Persero) Sei Karang dari tahun ke tahun terus menyalurkan dana kemitraan. Dana yang disalurkan Rp16,3 miliar pada 2015 dan Rp21,7 miliar pada 2016. Pada semester awal 2017 lalu, perusahaan perkebunan tersebut kembali menyalurkan pinjaman lunak bergulir yang diambil dari dana PKBL Rp3,195 miliar.

Pinjaman itu diberikan kepada 78 pengusaha UKM yang meliputi 40 orang mitra binaan baru dan 38 orang mitra binaan lanjutan yang berasal dari Kabupaten/Kota Medan, Karo, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi.

Selain memperoleh dana kemitraan, para mitra binaan mendapatkan pelatihan dan pendidikan pada periode yang sama. Kegiatan ini dapat menambah wawasan tentang pemasaran hasil produksi, pengelolaan/manajemen keuangan, kualitas produksi yang rendah, dan penguasaan teknologi digital.

Total akumulatif penyaluran dana program kemitraan untuk usaha kecil di Provinsi Sumatera Utara sampai saat ini Rp241.739.551.113 dengan jumlah mitra binaan 7.355 orang.



Peduli Kerajinan Etnik
UKM mitra binaan perusahaan perkebunan plat merah yang mendapatkan dana bergulir PKBL, salah satunya Robert Maruli Tua Sianipar yang sukses berbisnis ulos. Di bawah bendera Galeri Ulos Sianipar, ia membuka sejumlah galeri di luar Medan sampai ke Malaysia.

Robert juga memproduksi kain tradisional hingga baju siap pakai. Hingga kini, ia masih menggunakan alat tenun bukan mesin. Pusat produksi masih dilakukan di Medan karena lebih efisien mencari penenun dan biaya produksi lebih murah. Sekarang, ia dibantu oleh 200 penenun. Dalam sehari, mereka mampu menghasilkan 200 sampai 300 lembar tenun.

Hasilnya banyak didistribusikan di sekitar Medan, Siantar, Tarutung, Palembang, Jakarta, Lampung, Papua, dan kota lainnya. Tenun miliknya banyak diborong wisatawan mancanegara. Ia mengaku pernah mendapatkan permintaan 1.500 lembar kain untuk dikirimkan ke Jerman dan 1.000 lembar untuk diterbangkan ke Amerika.

Harga kain bervariasi tergantung ukuran dan desain mulai Rp25.000 hingga Rp6 juta per helai. Dalam sebulan, ia dapat mengantongi omzet lebih dari Rp100 juta. Meski produksinya besar, Robert tak pernah terkendala dalam pengadaan bahan baku. Ia menjalin kerja sama dengan pabrik asal Bandung.

Robert mengaku tak cukup modal untuk ekspansi. Sebenarnya, tak sulit baginya untuk mendapat kucuran dana bank. “Hanya saja, bunganya masih terlalu tinggi,” ungkapnya. Namun demikian, kini ada solusi dari pemerintah. Ia mendapat bantuan modal dengan bunga rendah dari dana bergulir BUMN perkebunan setempat. Bahkan, Kementerian Koperasi dan UKM berniat membantu Robert dan 400 UKM perajin tenun lain membuka sentra tenun seiring derasnya permintaan pasar akan produk tenun.

Selain itu, Robert mengaku masih sulit mendapatkan tenaga kerja hingga ia harus turun tangan melatih para penenunnya. Baginya, melatih perajin jauh lebih mudah karena mereka sudah melalui proses  pendidikan. Tak hanya praktik, mereka bisa belajar dari buku panduan.
Seperti halnya Robert, Maya Junifrianti juga mulai menggeluti bisnis fashion etnik sejak beberapa tahun lalu. Pada awal 2013, ia membuka sebuah butik yang diberi nama Ethnic Handycraft & Souvenir Shop. Butiknya terletak di Jalan Bambu II Medan.

Di butiknya, barang-barang etnik dimodifikasi menjadi busana, tas, sepatu, dan suvenir khas lainnya. Selain produk-produk fashion, ia juga menjual beberapa suvenir, seperti hiasan dinding, ukiran, gantungan kunci, asbak, dan aksesori lainnya. Ia juga memasarkan produk-produknya di Facebook Medan Etnik Online. (Adyan Soeseno)

About eddy Purwanto

Check Also

Lima Program Strategis Kemenkop

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki telah menyiapkan lima program strategis ya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: