Home / Cover Story / Ragam Kerajinan Khas Sumatera Utara
39087202 - batak carving totem standing in the middle of the village in the area of the toba lake. indonesia

Ragam Kerajinan Khas Sumatera Utara

Sumatera Utara memiliki peluang besar sebagai produsen beragam hasil kerajinan yang memiliki kekhasan. Dengan beragam kekayaan khas kain tenun, ulos dan beraneka macam jenis kerajinan lainnya jika dikelola secara baik akan menjadi potensi devisa yang menggiurkan bagi perekonomian daerah.

Sumatera Utara juga dikenal memiliki kekayaan bahan baku alam seperti dari laut dan hutan yang bisa mendukung produksi beragam kerajinan khas daerah. Pada saat ini, Sumatera Utara tidak hanya memiliki kekayaan alam tapi juga kaya akan beragam jenis tenun songket, ulos, seni pahat, dan kerajinan tangan lain yang bisa dijadikan produk unggulan hingga ke mancanegara.
Sumatera Utara bagaikan miniatur Indonesia karena mempunyai beragam suku dan kebudayaan. Sumatera Utara memiliki kekayaan kuliner dan juga bermacam-macam kain tenun dan ulos. Hasil kerajinan khas tersebut tidak hanya terkenal di dalam negeri melainkan hingga mancanegara.

Khusus kain songket atau ulos memiliki filosofi masing-masing daerah. Sehingga keindahan dan kreativitas bisa didapatkan dari setiap daerah, begitu juga dengan seni pahatan, keindahan tenun, songket maupun ulos berbeda-beda serta desain tersendiri sesuai filosofis setiap daerah.

Menurut Ketua Dekranasda Sumatera Utara, Ny Hj. Evi Diana Erry Nuradi, pada dasarnya Sumatera Utara memiliki kekayaan kerajinan dan produk kreatif yang pantas untuk dibanggakan. Salah satu contoh, seperti Kabupaten Tapanuli Tengah, unggulannya adalah sulam emasnya, Tapanuli Utara tenun ulos dan songket. Demikian juga daerah lain memiliki unggulan kreatif daerahnya masing-masing.

Ulos dan Songket Sipirok
Salah satu seni dan budaya yang cukup populer di Sumatera Utara adalah seni kerajinan tangan. Seni ini merupakan seni yang menghasilkan beberapa jenis benda atau perlengkapan tradisional khas Sumatera Utara dari beberapa pengrajin, bahkan beberapa diantaranya merupakan kerajinan tangan yang digunakan untuk berbagai pergelaran adat di Sumatera Utara. Salah satu di antaranya adalah kain Ulos.

Ulos merupakan seni kerajinan tangan yang sangat populer di Sumatera Utara, sebab sesuai fungsinya kain tenun yang satu ini tidak hanya digunakan sebagai penghias pakaian pada pergelaran adat saja, tetapi juga digunakan sebagai simbolisasi masyarakat Batak dapat menjalankan berbagai upacara, pergelaran hingga tradisi adat yang ada di Sumatera Utara.
Apabila melihat pergelaran adat Batak, maka akan sering dijumpai orang-orang yang menggunakan Ulos, baik pergelaran yang digelar di Sumatera Utara maupun pergelaran yang digelar di luar Sumatera Utara.

Selain Ulos, ternyata masih ada lagi kerajinan tangan berupa kain tenun khas Sumatera Utara yang ternyata juga sudah cukup populer di Indonesia bahkan di dunia. Kain tenun tersebut bernama Songket Sipirok, yang merupakan kain tenun sejenis songket yang dapat digunakan untuk berbagai acara seperti misalnya acara resmi ataupun acara adat lainnya di Sumatera Utara.



Kain songket yang satu ini berasal dari daerah Sipirok, Tapanuli Selatan. Sehingga apabila Anda berkunjung ke daerah Tapanuli Selatan, maka Anda akan melihat beberapa toko yang menjual Songket Sipirok, tepatnya di beberapa toko yang terdapat di pasar tradisional Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kain songket ini memiliki berbagai warna dan motif yang menghiasinya, bahkan beberapa diantaranya merupakan motif yang tergolong sangat rumit dalam proses pembuatannya. Sehingga harga untuk satu Songket Sipirok ini pun bisa dikatakan cukup mahal dibandingkan dengan kain tenun Ulos yang juga berasal dari Sumatera Utara.
Batik Batak
Batik Sumut atau terkadang juga disebut batik Batak adalah kreasi berupa motif-motif berdasarkan etnis-etnis yang ada di Sumatera Utara. Batik hasil teknik pendekorasian kain adalah produk seni rupa Indonesia dengan teknik pewarnaan rintang, menggunakan lilin batik sebagai bahan perintangnya. Dengan demikian Batik sebagai salah satu produk kerajinan merupakan aset budaya yang perlu dilestarikan keberadaannya.

Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan perancangan disain batik dengan unsur-unsur ragam hias Sumatera Utara sebagai aspek disainnya. Ragam hias Sumatera Utara sangat variatif karena berasal dari berbagai suku bangsa. Dengan kondisi pluralis tersebut perlu dikembangkan desain yang memenuhi tuntutan konsumen melalui stilir motif. Penciptaan motif baru dengan cara mengambil bentuk dari alam langsung seperti manusia, flora fauna. Penciptaan motif baru dengan cara mengembangkan motif-motif yang sudah ada menjadi motif baru.

Pemanfaatan ragam hias etnik Sumatera Utara layak untuk diproduksi menjadi produk batik yang menarik sehingga menambahkhasanah batik Indonesia. Apabila diaplikasikan sebagai produk selain untuk pelestarian  juga memantapkan identitas daerah yang akan mewujudkan serta merupakan lahan peningkatan SDM dan terbentuknya wirausaha baru bidang batik.

Gorga Batak Toba
Gorga Batak Toba merupakan salah satu contoh karya seni dari kebudayaan Batak Toba yang sudah cukup tua. Karya seni ini menjadi bagian dari karya seni rupa yakni seni ukir tradisional dengan tiga warna khas yang dibuat secara alami.

Gorga Batak Toba banyak digunakan untuk menghias dinding bangunan rumah adat suku yang disebut ruma bolon (rumah adat). Melalui jenisnya, coraknya ada sesuatu yang hendak disampaikan oleh mereka yang membuatnya.

Seni rupa sesungguhnya tidak hanya bersifat lahiriah, tetapi juga batiniah, di mana orang diajak untuk masuk ke dalam dunia batin melalui indera rasa. Pada saat menikmati suatu karya seni, indera mata menangkap komposisi yang berupa warna, garis dan struktur dari karya seni tersebut. Dengan komposisi ini manusia dapat mengkomunikasikan isi hatinya (impian, khayalan, imajinasi) kepada orang lain.

Gorga sebagai seni rupa memiliki komposisi warna, garis, stuktur dan ada suatu visi atau kepekaan tertentu yang hendak diungkapkan dengan penggunaan bentuk dan warna. Warna dasar gorga adalah narara (merah), nabirong (hitam), dan nabontar (putih) yang disebut dengan tolu bolit (belit). (Ahmad Jauhari)

About eddy Purwanto

Check Also

Pelaku Usaha Budidaya Akan Bentuk Koperasi

Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan menjalin sinergi program untuk penguatan dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: