Rumah Adat Gorontalo

Rumah adat Dulohupa banyak ditemukan di wilayah Gorontalo. Rumah adat ini berbentuk rumah panggung di mana sebagian besar bahannya terbuat dari kayu dan papan dengan ornamen khas ala Gorontalo. 

Ciri khas yang dimiliki rumah adat Dulopuha ialah bentuk rumahnya seperti panggung di mana sebagian besar bahannya terbuat dari kayu dan papan dengan ornamen khas ala Gorontalo.
Kualitas kayu untuk bangunan rumah adat ini sangat berkuailitas sehingga awet dan bisa tahan lama. Panggung rumah Dulohupa disokong oleh 2 buah pilar utama yang disebut Wolihi, 6 buah pilar pada bagian depannya, dan pilar dasar sebanyak 32 buah yang disebut Potu.

Rumah adat Dulohupa dilengkapi dengan dua tangga, yaitu tangga yang berada di bagian kiri dan kanan rumah yang menjadi simbol tangga adat atau disebut Tolitihu. Dua tangga ini menjadi ciri khas rumah panggung Dulohupa.

Selain itu, rumah adat Dulohupa juga dilengkapi dengan pilar-pilar kayu sebagai hiasan dan lambang dari rumah adat Gorontalo, serta memiliki dua tangga di bagian kiri dan kanan rumah adat yang menjadi simbol tangga adat atau disebut Tolitihu.

Rumah adat Dulohupa yang dibangun berupa rumah panggung. Hal ini dilakukan sebagai penggambaran dari badan manusia, yaitu atap menggambarkan kepala, badan rumah menggambarkan badan, dan  pilar penyangga rumah menggambarkan kaki. Selain itu, bentuk rumah panggung juga dipilih untuk menghindari terjadinya banjir yang kala itu sering terjadi.



Rumah adat Dulohupa di Gorontalo dibangun berlandaskan prinsip-prinsip dan kepercayaan. Bagian atap rumah adat Dulohupa terbuat dari jerami terbaik, serta berbentuk seperti pelana berupa atap segitiga bersusun dua yang menggambarkan syariat dan adat penduduk Gorontalo. Atap bagian atas menggambarkan kepercayaan penduduk Gorontalo terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan agama merupakan kepentingan utama di atas yang lainnya.

Sementara itu, atap bagian bawah menggambarkan kepercayaan penduduk Gorontalo terhadap adat istiadat dan budaya. Pada bagian puncak atap, dahulu terdapat dua batang kayu yang dipasang bersilang pada puncak atap atau disebut Talapua.  Penduduk Gorontalo percaya bahwa Talapua dapat menangkal roh jahat. Namun seiring perkembangan kepercayaan Islami, sekarang Talapua sudah tidak dipasang lagi.

Pada bagian dinding depan, terdapat Tange lo bu’ulu yang tergantung di samping pintu masuk rumah adat Dulohupa. Tange lo bu’ulu ini menggambarkan kesejahteraan penduduk Gorontalo. Bagian dalam rumah adat Dulohupa bergaya terbuka karena tidak banyak terdapat sekat. Selain itu, di dalam rumah adat, terdapat anjungan yang dikhususkan sebagai tempat peristirahatan raja dan keluarga kerajaan.

Makna Pilar Dulohupa
Rumah adat Dulohupa memiliki banyak pilar kayu. Selain sebagai penyokong karena bentuknya seperti rumah panggung, pilar-pilar tersebut juga memiliki makna tersendiri. Pada rumah adat Dulohupa, terdapat beberapa jenis pilar, yaitu pilar utama atau Wolihi berjumlah 2 buah, pilar depan berjumlah 6 buah, dan pilar dasar atau potu berjumlah 32 buah.

Pilar utama atau Wolihi menempel di atas tanah langsung ke rangka atap. Pilar ini merupakan simbol ikrar persatuan dan kesatuan yang kekal abadi antara dua bersaudara 14 Gorontalo-Limboto (janji lou dulowo mohutato-Hulontalo-Limutu) pada 1664. Selain itu, angka 2 menggambarkan Delito (pola) adat dan syariat sebagai prinsip hidup penduduk Gorontalo dalam pemerintahan dan kehidupan sehari-hari.

Seperti pilar utama, pilar depan juga menempel di atas tanah langsung ke rangka atap. Pilar ini menggambarkan enam sifat utama atau ciri penduduk lou dulowo limo lopahalaa, yaitu sifat tinepo atau tenggang rasa, sifat tombulao atau hormat, sifat tombulu atau bakti kepada penguasa, sifat wuudu atau sesuai kewajaran, sifat adati atau patuh pada peraturan, dan sifat butoo atau taat pada keputusan hakim.

About eddy Purwanto

Check Also

Keunikan Interior Rumah Joglo

Desain Rumah Joglo bisa dikembangkan mengikuti konsep modern. Namun, para desainer mengingatkan agar ciri khas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: