Seni Melukis di Atas Air

Jakarta- ‘Bagai melukis di atas air’ terdengarnya seperti mustahil, tapi pada kenyataannya, seni lukis yang dilakukan di media cair ternyata bisa dilakukan. Sejarah seni lukis ini berawal dari sebuah tulisan sejarah tentang seni lukis bertekstur ‘awan’ di zaman dinasti Tang (618 – 907 Masehi) yang di dalamnya menceritakan tentang proses mewarnai kertas lewat air dengan menggunakan lima warna.

Karena dilarang melukis dalam bentuk realisme, para seniman terdahulu akhirnya berinovasi gimana caranya bisa  menyalurkan bakat seni tanpa menyalahi aturan. Akhirnya, jadilah sebuah lukisan lewat media air dengan bentuknya yang abstrak, namun hampir menyerupai bentuk hewan atau tanaman.

Jepang juga mengenal seni lukis di atas air yang disebut dengan Suminagashi. Mulai dikenal pada abad ke-12, Suminagashi memiliki corak yang berbeda dengan negara lainnya, dimana menghasilkan coraknya terbentuk seperti marmer yang dilukis di atas kertas. Seni yang awalnya dikenal sebagai instrumen ramalan Shinto ini pengaplikasiannya juga berbeda dengan teknik lainnya. Hasil perpaduan warna dibuat mengapung di atas air biasa atau larutan kental, lalu dipindahkan ke permukaan yang menyerap cairan, seperti kertas atau kain. Seiring berjalannya waktu, untuk menciptakan motif cipratan pada lukisan, tinta yang biasa digunakan pada zaman dahulu kini digantikan dengan menggunakan cat akrilik.

Meskipun terdengar susah, sebenarnya, untuk membuat karya seni yang satu ini cukup menyediakan beberapa alat-alat khusus, seperti alat/ kuas halus dan juga sejenis bahan kimia bernama nafta. Cara kerjanya, buat campuran warna yang kamu inginkan hingga siap untuk digunakan. Lalu, buatlah sebuah lukisan abstrak di atas air dengan perlahan. Ketika objek gambar sudah selesai dibuat, tempatkanlah selembar kertas yang menyerap cat di atas permukaan air tersebut, sehingga paduan warna yang sudah kamu bikin menempel di atasnya. 

Salah satu yang mendalami seni melukis di air adalah Ira Soerjono. Awal mulanya Ira menggeluti seni melukis di atas air, dengan mengikuti sejumlah workshop dan bergabung dengan komunitas Kreativita Bina Hasta (KBH). KBH merupakan komunitas pecinta seni olah kain yang pada akhirnya memperkenalkannya pada teknik Suminagashi ini. (Ikhsan) f ffffffffff

About Achmad Ichsan

Check Also

Program Restrukturisasi Kredit UMKM

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan restrukturisasi pembiayaan atau pinjaman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: