Home / Business / Strategi Membuka Usaha Rintisan
36893013 - start up corporate identity website on laptop, digital tablet and smart phone, business desktop

Strategi Membuka Usaha Rintisan

Ada budaya Ikut-ikutan dari para pelaku bisnis pemula di Negeri ini, ketika pemerintah kerap mengemukakan menyokong startup, bermunculanlah usaha rintisan baru, tapi kemudian satu-persatu berguguran. Seperti apa strateginya meraih sukses.

 

Startup (usaha rintisan), jargon yang sangat populer belakangan ini menyusul merebaknya teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Semua orang seakan-akan berlomba membangun usaha rintisan, namun hanya sedikit yang akhirnya berhasil.

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Parman Nataatmadja, menyatakan bahwa besarnya minat untuk membangun usaha rintisan sebanding dengan besarnya risiko. Risiko yang dimaksud adalah risiko yang dihadapi investor. “Sebanyak 98% ventura kapital gagal memperoleh gain dari startup yang dibiayai,” tutur Parman dalam seminar The Art of Startup, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

PNM sebagai perusahaan pelat merah yang diberi tugas mendanai dan mengembangkan usaha rintisan juga mengalami hal yang sama. Dari sekitar 80 ribu usaha rintisan yang diberi program peningkatan kapasitas (capacity building) dari PNM, hanya 8 ribu yang berhasil. “Jadi yang sukses tidak banyak hanya 10%,” imbuh Parman.

Salah satu binaan PNM sebagai startup yang berhasil adalah Batik Indigo di Bali. Batik Indigo dipasarkan ke Belanda dengan harga Rp75 juta per piece.

Banyak tantangan untuk membesarkan usaha rintisan. Salah satunya masalah mental. Banyak pemilik usaha rintisan yang merasa “paling tahu”, sehingga sulit ketika diberi edukasi tentang pengelolaan bisnis. Tantangan lain, banyak yang masih gagap teknologi (gaptek). “Bagaimana mau menjual secara online, kalau menggunakan smartphone atau komputer saja belum bisa,” jelas dia.



Muhamad Fajrin Rasyid, Co-Founder dan CFO Bukalapak, mengatakan saat ini pengguna Bukalapak mencapai 10 juta. Sementara penjual (seller) skala UKM yang sudah bergabung ke Bukalapak sekitar 10 juta.

Dia mengatakan, potensi e-commerce masih sangat besar, karena dari total pengguna internet aktif di Indonesia yang mencapai 70 juta, baru 15 juta yang sudah berbelanja online. “Salah satu kunci sukses Bukalapak sebagai usaha rintisan karena prinsip network effect, yakni semakin banyak orang mengunduh dan menggunakan sebuah aplikasi usaha rintisan, akan mendorong lebih banyak orang lagi mengunduh dan menggunakannya,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada era cybermedia yang semuanya bisa dilakukan melalui Internet, membuat orang lebih bergeser minatnya ke dunia maya. Di balik fenomena ini, tersimpan informasi yang berharga bagi para pemasar marketer untuk memilih media apa yang cocok untuk target pasar mereka.

Tantangan startup digital di Indonesia
Banyak yang lupa untuk melakukan pekerjaan yang paling mendasar sebelum membangun bisnis startup yakni melakukan riset. Riset ini terkait banyak hal, mulai dari apa yang dibutuhkan oleh konsumen, apakah konsumen mau membayar untuk produk atau jasa layanan ini atau bagaimana dengan kompetitornya.

Tanpa riset akan membuat visi ke depannya juga tidak tajam, bagaimana perusahaannya akan berkembang, kalau mereka tidak paham ekosistem tempat di mana bisnis start up ini tumbuh. Semua trial & error yang dilakukan, tidak ada dasarnya, dan akan lebih banyak error yang dilakukan, sementara dunia digital pun perkembangannya sangat cepat.

Kebanyakan pengelola bisnis startup, sibuk memikirkan produknya harus dikembangkan seperti apa, fitur apa yang harus ditambahkan dll, tetapi itu berdasarkan visi dan kondisi ideal menurut founder.

Padahal ketika bicara bisnis, hal paling dasar adalah membuat sesuatu yang merupakan solusi yang dibutuhkan, dan konsumen mau membayar untuk itu. Sering kali, para startup ketika memproduksi barang tidak dipikirkan nanti model bisnisnya akan seperti apa, mesin penghasil uangnya apa. Karena sebuah bisnis startup, bukan hanya tentang produk, tapi bagaimana menghasilkan uang dari situ. (Adyan Soeseno)

About eddy Purwanto

Check Also

Kerjasama Antar Lembaga Penting Bagi Kemajuan ASEPHI

Sebagai wadah perajin dan pengusaha produk kratif kerajinan Indonesia, maka sudah saatnya ASEPHI bekerja lebih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: