Tas Cantik ALRA

Tas menjadi alat yang tidak terpisahkan dari mode fashion pakaian yang digandrungi oleh kaum hawa sebagai pelengkap penampilan. Tas digunakan para wanita, biasanya tidak hanya dipergunakan untuk membawa peralatan kecantikannya tapi juga menjadi aksesoris dalam berbusana.

Kaum hawa tak segan-segan menghabiskan uangnya untuk berbelanja tas. Untuk mendukung penampilannya, tas menjadi salah satu kebutuhan yang harus dimiliki para wanita.

Kebutuhan ini menjadi peluang yang sangat menarik untuk dikembangkan, seperti yang dilakukan perajin tas berlabel ALRA Lifestyle. Sebelum mendirikan perusahaan tas di Yogyakarta, Fajar selaku Direktur PT Alra Makmur Cahaya Selaras, melakukan penelitian kecil akan kebutuhan fashion kaum wanita berupa tas.

Pemuda kelahiran 22 Agustus 1992, Aesta Fajar lebih rinci menjelaskan, memasuki awal tahun 2016, terus mencoba menerapkan hasil temuannya dengan menciptakan tas-tas wanita berbahan kanvas bermotif batik serta berbahan kulit sapi.

Dalam kurun waktu tidak kurang dari delapan bulan kedepan, semua jenis produk yang berhasil dibuat, diikutsertakan dalam berbagai bidang promosi seperti pameran produk kerajianan tangan dibeberapa kota besar di Indonesia, kemudian dikonumikasikan keberbagai komunitas wanita, komunitas profesi yang nota bandnya adalah perempuan. Dengan hasil yang menggembirakan dan penuh keyakinan akhirnya, Aesta Fajar memberanikan diri untuk mendirikan sebuah perusahaan produksi tas kulit sapi yakni PT Alra Makmur Cahaya Selaras, dengan merek dagang ALRA Lifestyle.

Konsep desain yang ditawarkan oleh tas berlabel ALRA Lifestyle sangatlah sederhana, simpel, elegant dan modern yang termodifikasi dengan sentuhan aksesoris klasik berdasarkan kebutuhan fashion masa kini.

Menurut mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini, tas bermerek ALRA Lifestyle yang beredar dipasarkan menggunakan kulit Sapi sebagai bahan utama dengan komposisi warna yang menarik ini, yakni Camel, Havana, Darkbrown, dan Hitam.



Produk tas ALRA Lifestyle memiliki spesifikasi penggunaan bahan kulit sapi dengan ketebalan 1,6 mm, yang lebih soft, lembut dan tidak mudah kaku. Keunggulan lainnya dari produk tas cantik ALRA Lifestyle adalah, tekstur kulit yang tidak terlalu tebal sehingga membuat warna kulit tidak akan memudar, akan tetapi ketika sudah berusia diatas 10 tahun akan terlihat lebih mengkilat. “Tas-tas tersebut tidak mudah tergores, lebih kuat dan tahan lama,” ujar Fajar.

Selain itu, lanjutnya, tas yang ditawarkan produk ALRA Lifestyle bukan sekadar memodifikasi dari beragam bentuk tas yang dilengkapi dengan kemewahan aksesoris saja, tapi memiliki perbedaan dengan tas pada umumnya.
Menurutnya, tas ALRA Lifestyle memberikan jaminan mutu kualitas produk berstandar nasional dengan harga yang sangat murah bagi kalangan muda, yakni kisaran antara Rp500.000 hingga Rp1.400.000.

Selama dua tahun terakhir ini, PT Alra Makmur Cahaya Selaras telah mampu menjual beragam jenis produknya sebanyak lebih dari 150 tas dengan jumlah rata rata pendapatan perbulan Rp150 juta.

Fajar menambahkan, strategi pemasaran yang dilakukan dalam mencapai target penjualan produk tas ALRA Lifestyle, tidak hanya dilakukan ditingkat pasar lokal saja, tapi telah merambah para pelanggan di seluruh nusantara melalui pemasaran online dan jaringan media sosial seperti facebook, Instragram, maupun di website.

Guna meningkatkan nilai mutu dan kualitas sebuah produk yang berstandar nilai jual yang lebih tinggi, di tahun 2017 produk tas berlabel ALRA Lifestyle mengikuti program inkubator Bank Mandiri dengan Program Wirausaha Muda Mandiri (WMM).

Program WMM bertujuan membina generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa dalam mengembangkan bisnisnya. Dan ALRA Lifestyle berhasil menjadi juara pertama dalam kategori Industri perdagangan dan jasa dari kelompok mahasiswa sarjana diploma dalam program WMM tersebut.

Program WMM yang diikuti Fajar, bukan sekadar mengikuti kompetisi wirausaha nasional yang dijadikan bibit pengusaha muda potensial dan turut berperan dalam pengembangan kewirausahaan di Indonesia, tetapi bagaimana menempa diri menjadi mampu berinovasi, serta peduli dalam penciptakan produk yang kreatif.

Tetap mencintai produk dalam negeri yang berkualitas serta barbahan baku kandungan lokal sempuna nusantara, inilah bagian filosofi produk yang terus disampaikan kepada para pencinta seni kerajianan khas Indonesia, khususnya tas kulit sapi berlabel nasional.

About eddy Purwanto

Check Also

Target 750 Startup Digital Tumbuh di Indonesia

Pemerintah menargetkan bisa menumbuhkan 750 wirausaha baru berbasis teknologi informasi, atau startup digital setiap tahun. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: