Tas Kulit Tekstur Lurik Jawa Etnik

Helena Indra, pemilik produk Mazana yang memproduksi kerajinan tas kulit dengan tekstur lurik yang khas Jawa, berniat ingin mengangkat citra tenun etnik Jawa kuno. “Niatnya ingin mengembangkan kain lurik, yang lazim dipakai sebagai bahan pakaian para abdi dalem Keraton Surakarta dan Yogyakarta yang saya aplikasikan ke tas kulit,” ujarnya.

Perajin asal Surakarta ini, memanfaatkan kain lurik Jawa sebagai tabahan hiasan etnik pada tas dan aksesories yang menjadi ciri dari produk Gallery Mazana (MZN) miliknya. “Obsesi kami ingin mengangkat citra kain tenun lurik, dari bahan kelas bawah menjadi bahan aksesories produk kerajinan berkelas dan bergengsi,” ujar Helena.

Tekhnologi yang digunakan untuk pembuatannya, menurut Helena, boleh dibilang sederhana, masih sebatas patchwork (menyambung) dan quilting (menjahit memperkuat teksture lurik). Selanjutnya, jelasnya lagi, langsung dibuat aneka pola untuk produk kerajinan, mulai dari tas wanita, dompet, agenda, tempat tissue hingga gantungan kunci. “Lurik yang sudah diproses dan disatukan dengan kulit menjadi ciri khas dari produk kerajinan Mazana,” tukasnya.



Dalam memodifikasi lurik untuk memperkuat tekstur produknya, lanjut Helena dengan menjahit menggunakan benang biasa, tapi bisa juga menggunakan benang emas dan perak. Kain lurik yang digunakan sebagai aksesories yang dipadukan dengan bahan kulit yang sudah terpola untuk produk kerajinan tas, dompet, kota tissue, agenda dan lainnya. “Khusus untuk luriknya mengambil langsung dari perajin, baru pembuatan teksturnya di work shop kami,” ujar Helena.

Kendati baru berumur tiga tahun, produk kerajinan Mazan sudah banyak dikenal di pasar lokal di kota-kota besar dan juga di mancanegara. Helena merasa puas, bila bahan Lurik produk Klaten, Kabupaten Surakarta, yang digunakan sebagai aksesories dari Kerajinan Tas produk Mazana, banyak diminati pasar global sehingga dapat mengangkat citra bahan Lurik.

Selain menjual produknya melalui Gallery dan di pameran-pameran, Mazana juga sudah memanfaatkan media social seperti IG dan facebook sebagai sarana pemasarannya. Dalam waktu dekat, terang Helena, Mazana akan menjalin kerjasama dan bergabung dengan raksasa retail online dunia, yakni Ali Baba.

Helen berharap, produk kerajinan kulitnya semakin diterima oleh pasar global. Berkat bantuan internet produknya sudah diminati konsumen dari Korea, Jepang, Pakistan, India, serta Negara lain. (Adyan)

About eddy Purwanto

Check Also

Dibutuhkan Dorongan ASEPHI untuk Kerajinan Sumatera Barat

Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) diharapkan mampu mendorong kemunculan produk lokal Sumatera Barat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: