Teknik Tiup pada Akuarium Artistik

Memelihara ikan atau tanaman air di dalam satu wadah mendatangkan kesenangan tersendiri. Terlebih jika Anda menggunakan akuarium sebagai wadah untuk budi daya ikan peliharaan. Akuarium yang unik tentunya harus memiliki bentuk yang artistik.

Secara harfiah, akuarium adalah sebuah bak kaca tempat memelihara ikan hias. Dalam hal ini, memelihara berarti ikan tersebut disimpan dalam keadaan hidup untuk dimanfaatkan keindahan bentuk, warna, dan perilakunya sebagai hiburan bagi si pemelihara. Sebuah akuarium biasanya terbuat dari gelas atau plastik berkekuatan tinggi serta tahan tekanan dan goncangan, sebagai display bagi ikan hias dan satwa lainnya serta tanaman yang dipelihara di tempat tersebut.

Memiliki akuarium di dalam ruangan merupakan hobi yang cukup digemari banyak orang, sehingga teknologi dalam pembuatan sebuah akuarium pun terus berkembang. Pada awalnya, di era Romawi Kuno, akuarium merupakan kolam kecil di bawah kamar tidur tamu yang hanya dapat dilihat dari atas.



Dengan berkembangnya teknologi kaca, salah satu sisi akuarium diganti dengan kaca—umumnya sisi depan—sehingga bisa diletakkan di tempat yang lebih tinggi. Kemudian, diperkenalkan desain lain yang menggunakan bahan kaca di semua sisi dinding dan dasarnya sehingga akuarium dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.

Akuarium berbahan kaca terbuat dari lima lembar kaca bening dengan ukuran tertentu, lalu direkatkan dengan lem silikon. Pada umumnya, akuarium berbentuk empat persegi panjang. Ada pula yang berbentuk kubus, prisma, atau heksagonal. Setelah itu, diberi penutup atau kaki berupa meja atau lemari glassware agar kedudukannya tidak mudah bergeser.

Dalam perkembangannya kemudian, di akuarium ditambahkan sistem penerangan, sistem penyaringan, sirkulasi air otomatis, dan sebagainya. Lalu, berkembang pula bentuk akuarium cetak tanpa lem. Dalam ukuran mini, untuk satwa air yang lebih kecil dengan jumlah terbatas, dikenal pula akuarium berbentuk gelas bulat, mangkuk bola, atau tempayan bola gelas. Akuarium jenis ini hanya menampung satu hingga dua ekor ikan hias saja, dan mudah dipindah-pindahkan.
Akuarium berbentuk tempayan inilah yang akan dibahas lebih lanjut, sebab dalam perkembangannya kini, akuarium tersebut sudah tidak berbentuk bulat biasa. Namun, akuarium dibuat dengan teknik baru agar bentuk dasarnya mengikuti kontur tertentu sehingga secara keseluruhan akuarium tersebut menghasilkan tampilan artistik.
Teknik Tiup Gelas
Untuk akuarium kaca berbentuk bola, dapat digunakan kaca akrilik yang tahan retak. Namun, kekurangannya ialah kaca akrilik tidak tahan gores. Akrilik membutuhkan titik lebur 160 derajat celcius, sedangkan kaca gelas membutuhkan titik lebur 500 derajat celsius. Berikut proses pembuatan akuarium bola dengan menggunakan teknik tiup kaca.
1. Pembersihan kaca
2. Peleburan kaca dengan panas 500 derajat Celcius
3. Pengambilan kaca yang sudah dilebur dengan pipa besi berongga 2 hingga 3 sentimeter
4. Pewarnaan (jika tidak dibutuhkan, tahap ini ditiadakan)
5. Peniupan dan pembentukan global (bola)
6. Pembentukan detail
7. Pendinginan
8. Finishing
Teknik Tiup Cetak
Teknik mencetak gelas atau kaca bening dilakukan seperti mencetak produk keramik, yakni menggunakan master cetakan yang sudah didesain sedemikian rupa. Demikian pula untuk akuarium bola dan produk konvensional gelas berbentuk bola, teknik tiup gelas saja sudah lazim dilakukan. Akuarium yang dimaksud dalam akuarium unik dan artistik ini memadukan antara teknik tiup dengan teknik cetak.
Setelah prosedur nomor 5 (peniupan dan pembentukan global) pada pembuatan produk kaca gelas dengan teknik tiup, pada nomor 6 (pembentukan detail) dilanjutkan dengan metode tiup sekaligus cetak bersamaan. Sambil ditiup, badan bola dicetak pada medium tertentu sehingga menghasilkan bentuk kreasi tiup unik sebagaimana yang diinginkan.
Untuk menghasilkan bentuk yang artistik dan unik, dibutuhkan daya cipta, imajinasi, atau kreativitas tinggi agar produk yang dihasilkan bervariasi dan indah dipandang mata. Setelah mendapat bentuk yang diinginkan, proses pendinginan harus dilakukan secara hati-hati mulai dari membuat akuarium kaca bola konvensional agar tidak mengubah bentuk yang tercipta.
Aktivitas nomor 7 (finishing) ialah menghaluskan mulut atau pintu akuarium kaca yang tajam, agar tidak melukai tangan atau terkait dengan sesuatu lain hal. Demikian pula Anda harus membersihkan akuarium agar makin cemerlang. Terakhir, untuk menambah artistik dan unik serta memiliki nilai jual bagus, Anda dapat menambahkan kaki berupa kayu-kayuan artistik ataupun batu-batuan yang bernilai seni tinggi. (Susi Agustini)

 

About Achmad Ichsan

Check Also

Dibutuhkan Dorongan ASEPHI untuk Kerajinan Sumatera Barat

Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) diharapkan mampu mendorong kemunculan produk lokal Sumatera Barat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: