Tren Busana Muslim di Bulan Ramadhan

Menggunakan busana baru pada saat Lebaran seakan sudah menjadi tradisi setiap tahun bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, sebagian orang seakan-akan mewajibkan diri untuk membeli busana perlengkapan ibadah yang baru saat lebaran tiba, seperti busana muslim, sandal, peci, dan perlengkapan shalat dan lain-lain.

Tren busana muslim untuk menyambut bulan Ramadhan dan Lebaran pada 2019 telah disiapkan oleh sejumlah desainer kondang di Indonesia. Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 260 juta jiwa dengan mayoritas beragama Islam menjadi pasar yang sangat besar untuk produk busana muslim dan perlengkapan ibadah.

Tren busana muslim untuk Ramadhan dan Lebaran 2019 sudah banyak diperkenalkan kepada masyarakat umum pada acara Indonesia Fashion Week (IFW) di Balai Sidan Jakarta Convention Center (JCC), pada tanggal 27-31 Maret 2019 lalu. Pada pagelaran IFW 2019 ini sebagian besar peserta pameran menawarkan beragam busana muslim dengan desain baru yang menjadi tren untuk Lebaran 2019.

Desainer kondang Itang Yunasz menampilkan tren gamis gaya modest untuk Lebaran 2019. Itang Yunasz seakan tidak pernah kehabisan ide untuk memberikan karya terbaiknya. Melalui label Kamilaa, Itang Yunasz menampilkan koleksinya bertajuk Shades of Multicultural di panggung IFW 2019 pada hari kedua.

Di dunia fashion, mengenakan busana multikultural menunjukkan penerimaan dan penghargaan terhadap latar belakang budaya lain. Selain itu, dengan busana multicultural juga menunjukkan kemampuan untuk menghargai perbedaan. Bermain dengan padu padan di dunia fashion merupakan sebuah kesenangan tersendiri, terlebih ketika kita sekaligus menjadi dekat dan semakin mengenal hasil karya seni budaya.

Koleksi Itang Yunasz yang anggun dan elegan hadir dalam banyak potongan, seperti blouse, tunik, gamis, kaftan, celana panjang, kulot, long skirt hingga long outer yang bisa saling dipadupadankan untuk bergaya saat Lebaran 2019. Koleksi busana dalam lini usaha Kamilla ini dijual di Zalora.

Koleksi busana syar’i yang juga melenggang di panggung parade IFW 2019 adalah Mayra by Ira. Koleksi yang mengusung busana ‘Chic and Simple’ ini kembali mengeluarkan tema baru bernama ‘Maryam’. Menurut pemilik brand, Yusra Rahmawati, Maryam artinya perempuan kuat, tangguh dalam segala kondisi. Diharapkan agar semua perempuan yang khususnya berbusana dapat melalui berbagai rintangan.



Menurut Poppy Dharsono, Presiden IFW dan Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), pagelaran IFW 2019 menonjolkan budaya Kalimantan dan diikuti 200 desainer. Pagelaran ini memperkenalkan budaya daerah ke pasar nasional bahkan internasional dengan mengusung tema “Cultural Values”.

Pada pagelaran IFW 2019, para desainer tak hanya sekadar memamerkan karya busana, tetapi mereka juga dituntut untuk bisa bekerjasama dengan pengrajin. Sehingga melalui IFW 2019 industri kecil juga mampu mendukung pariwisata dan budaya.

Para desainer mengharapkan, lonjakan penjualan menjelang Ramadan dan Lebaran. Menurut Poppy Dharsono, busana muslim terus menjadi tren. Dengan penduduk yang mayoritas muslim, Indonesia menjadi pasar busana muslim yang sangat besar. Selain itu, tentu Indonesia juga menjadi pasar yang menggiurkan untuk produk perlengkapan sholat, sarung, sajadah, mukena dan lainnya.

Selain busana muslim, hijab pun menjadi buruan kaum hawa saat bulan Ramadhan. Mereka rela berdesak-desakan pergi ke mall atau pasar tradisonal untuk membeli hijab terbaru untuk pasangan busana muslim yang telah mereka beli. Biasanya, hijab yang mereka beli disesuaikan dengan pakaiannya.

Pada saat ini, penggunaan hijab menjadi hal yang cukup populer di masyarakat Indonesia. Hal ini karena beberapa faktor, salah satunya adalah karena maraknya informasi tentang bagaimana menjadi muslimah yang baik, yang pada akhirnya memberikan dampak perkembangan hijab di Indonesia.

Semakin banyaknya perempuan mengunakan hijab serta besarnya keinginan perempuan untuk beraktualisasi diri serta mengubah gaya hijabnya, akhirnya membangkitkan perempuan yang berhijab untuk membentuk komunitas hijabers. Dimana tujuan dari pembentukan komunitas ini, adalah menjadi wadah bagi perempuan muslim untuk saling berinteraksi, bertukaran informasi dan berupaya bergerak dijalur islam khususnya mengenai hijab. Komunitas hijabers menjadi komunitas yang saat ini sedang marak di Indonesia.

 

About eddy Purwanto

Check Also

Dibutuhkan Dorongan ASEPHI untuk Kerajinan Sumatera Barat

Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) diharapkan mampu mendorong kemunculan produk lokal Sumatera Barat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: