Untung Melimpah di Bulan Penuh Berkah

Ramadhan adalah bulan penuh berkah, tak hanya kaum muslim berlomba menumpuk pahala, juga para pelaku bisnis berpacu meraih keuntungan yang melimpah. Ada sejumlah usaha yang berpeluang memberikan keuntungan berlipat di bulan Ramadhan penuh keberkahan.

Keberkahan di bulan suci Ramadhan diantaranya adalah Tuhan Yang Maha Pemurah seakan mencurahkan rezeki kepada umat manusia tanpa batas. Rezeki tersedia melimpah tentu harus diusahakan untuk meraihnya, melalui berbagai kegiatan usaha yang menghasikan banyak keuntungan.

Ada sejumlah ragam usaha yang dapat menghasilkan keuntungan melimpah di setiap bulan suci Ramadhan. Ragam usaha di bulan Ramadhan yang paling menguntungkan, adalah dengan memanfaatkan momen atau peluang bisnis saat seluruh umat muslim yang sedang giat beribadah puasa sampai merayakan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran membutuhkan keperluan untuk bulan Ramadhan.

Ragam usaha yang berpeluang menghasilkan keuntungan melimpah tersebut antara lain adalah usaha di bidang busana muslim, perlengkapan ibadah, makanan (untuk berbuka dan sahur), kue lebaran, parcel hadiah lebaran, perhiasan dan aksesoris, tiket dan rental mobil, dan lain-lain.

Beragam produk dan jasa yang diusahakan di bulan Ramadhan tersebut kini tidak harus dipasarkan di sentra bisnis, mall, toko, galeri dan sebagainya, tetapi sebagian besar telah ditawarkan melalui situs jual beli online (marketplace). Bahkan jenis makanan untuk berbuka puasa dan sahur bisa dipesan secara online. Meski demikian sejumlah sentra bisnis, mall, toko dan galeri masih tetap memiliki daya tarik bagi konsumen yang ingin mencari busana dan keperluan lainnya untuk menyambut Lebaran.

Sejak beberapa bulan menjelang bulan Ramadhan telah banyak marketplace yang menawarkan produk dagangannya untuk memenuhi keperluan masyarakat di bulan Ramadhan dan Lebaran. Terutama produk busana telah banyak digelar di sejumlah marketplace dengan berbagai desain baru mengikuti tren dan keinginan konsumen.

Parsel Lebaran Wadah Baru

Untuk melengkapi kebahagiaan dan kemeriahan Lebaran adalah kehadiran parsel. Masyarakat Indonesia mempunyai tradisi mengirim parsel untuk kerabat, kolega, antarperusahaan, dan lain sebagainya. Isi paket parsel sangat beragam, mulai dari makanan, minuman, hiasan kaligrafi, perlengkapan ibadah, barang pecah belah dan lain-lain.



Untuk mendapatkan pilihan paket yang diinginkan bisa datang ke pusat penjualan parsel. Di Jakarta terdapat pusat penjualan parsel di sepanjang Jalan Cikini, Jakarta Pusat. Tepatnya di sekitar Stasiun Kereta Api Cikini, para pedagang menawarkan beragam parsel hias dengan aneka ragam isinya.

Secara bentuk dan isi, para pedagang mengaku tidak terlalu banyak perubahan atau ada semacam tren terbaru. Mereka tidak berani mengambil risiko dan lebih memilih merakit parsel sesuai pesanan dari pelanggan. Tren parsel tergantung permintaan dan mengikuti kemauan pasar.

Meski secara umum tidak ada perubahan tren, namun selera pembeli mulai beralih pada wadah Parsel. Jika dulu wadah parsel banyak terbuat dari kayu atau rotan, maka sekarang banyak yang memilih menggunakan bahan kalep. Kalau dulu wadah parsel bentuknya keranjang, kini lebih banyak menggunakan boks.

Sementara untuk isi parsel, para pedagang kebanyakan akan merakit sesuai pesanan. Memang ada yang berani menyusun sendiri, tetapi biasanya isinya bukan makanan, tetapi office set, kitchen set, perlengkapan ibadah, atau kaligrafi. Sebab, makanan, terutama buah-buahan, lebih cepat kadaluwarsa.

Perhiasan dan Aksesoris
Para pelaku bisnis yang juga meraup berkah di bulan Ramadhan adalah para pedagang perhiasan dan aksesoris. Sentra penjualan perhiasan dan aksesoris mengalami lonjakan pembeli pada bulan Ramadhan. Hal ini dikarenakan sebagian besar kaum wanita menganggap perlunya perhiasan dan aksesoris untuk mempercantik penampilannya di saat Lebaran.

Lebaran menjadi momentum yang memberikan dampak positif bagi penjualan perhiasan dan aksesoris. Seperti yang dialami para pedagang perhiasan di Cikini Gold Center, Menteng, Jakarta Pusat, mereka mengaku mengalami lonjakan penjualan perhiasan emas di bulan Ramadhan dibandingkan bulan sebelumnya. Tren lonjankan penjualan perhiasan emas biasanya terjadi beberapa hari menjelang Lebaran.

Tren lonjakan penjualan perhiasan emas di bulan Ramadhan setiap tahun ini antara lain dimanfaatkan perusahaan perhiasan emas untuk mendongkrak penjualannya. Menurut Ivan Lingga dari PT Lotus Lingga Pratama, momen Lebaran merupakan momentum yang sangat baik untuk meningkatkan penjualan perhiasan.

Ivan Lingga memperkirakan orang Indonesia memiliki tradisi kalau pulang kampung saat Lebaran tidak mengenakan perhiasan emas tidak afdol. Oleh sebab itu, momen menjelang Lebaran kemudian dimanfaatkan dengan mengadakan pameran perhiasan dan aksesoris untuk mendongkrak penjualan.

Biasanya menjelang bulan Ramadhan memang digelar pameran perhiasan, seperti Jakarta International Jewllery Fair (JIJF) 2019 yang diselenggaran Asosiasi Perhiasan Emas dan Permata Indonesia (APEPI) pada 4-7 April 2019 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. Pada pameran seperti ini sejumlah perusahaan dan pengrajin meluncurkan produk terbarunya dan para pengunjung memburu perhiasan dan aksesoris yang akan dipakainya pada saat Lebaran. (Ahmad Jauhari)

About eddy Purwanto

Check Also

Pentingnya Stimulus UMKM di Tengah Badai Corona

Wabah corona menghantam berbagai sendi perekonomian. Penyebaran virus yang mengharuskan aktivitas manusia dilakukan secara social distancing (jarak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: